
Ilustrasi Gerbang Tol Kalikangkung (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui kampus tengah mengembangkan riset untuk memudahkan proses bayar tol.
Targetnya, ke depan, masyarakat tidak lagi perlu membayar tol menggunakan kartu uang elektronik (KUE). Karena KUE bisa digantikan oleh Radio Frequency Identification (RFID) flow chip.
Chip ini nantinya bisa ditempelkan di mobil. Sehingga ketika masuk jalan tol tidak lagi harus menggunakan uang elektronik. Sehingga, mobil tak perlu berhenti lama dan mengakibatkan antrean panjang ketika masuk atau keluar tol.
Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek M. Fauzan Adziman mengatakan, tahun ini Kemdiktisaintek mendanai sekitar 16.600 penelitian dari total 50 ribu proposal. Pihaknya telah menyediakan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun untuk penelitian tersebut.
Sebagian besar penelitian tersebut difokuskan pada isu-isu strategis sesuai asta cita presiden. Seperti kesehatan, digitalisasi, dan ketahanan pangan.
“Kami ingin hasil riset tidak berhenti di jurnal, tapi bisa diwujudkan menjadi produk nyata dan dihilirisasi untuk mendukung industri nasional,” ungkapnya, Kamis (31/7).
Salah satu yang tengah dikembangkan adalah program hilirisasi riset di bidang semikonduktor. Yakni, pengembangan pasir silika yang jumlahnya cukup besar di 23 provinsi di Indonesia.
Dia menjelaskan, pasir silika ini ternyata dapat digunakan sebagai bahan elektronika yang sangat bermanfaat yaitu semikonduktor. Salah satunya, dalam teknologi RFID flow chip.
“Jadi dengan chip ini, ketika masuk jalan tol tidak lagi harus menggunakan e-money yang ditempelkan, mobil tidak harus berhenti. Jadi bisa dengan kecepatan yang cukup rendah itu bisa terbaca dan pembayaran bisa dilakukan,” paparnya.
Dengan begitu, bisa mengurai kemacetan di pintu keluar/masuk tol yang kerap jadi bottleneck kemacetan di jalan tol.
Fauzan mengatakan, saat ini tengah dilakukan beberapa pengujian, dan diharapkan bisa segera rampung dan digunakan.
“Mudah-mudahan ini juga bisa dimanfaatkan di jalan tol atau ketika masuk ke kota besar gitu. Sehingga mudah-mudahan bisa mengurai kemacetan,” ungkapnya.
Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan, riset dan inovasi kampus yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat memang tengah didorong oleh pihaknya.
Riset tidak boleh lagi hanya sekadar fokus pada pendekatan akademik saja. Kampus diminta untuk terbuka dan proaktif jemput bola.
Karena itu, ia menginstruksikan kampus-kampus untuk turun langsung ke lapangan dengan mendatangi industri, pemda, hingga kementerian teknis guna memahami persoalan dan kebutuhan teknologi dihadapi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
