Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 06.12 WIB

Bayar Tol Tak Perlu Tapping Lagi, Kemdiktisaintek Kembangkan Chip Khusus Gantikan Alat Bayar Manual

Ilustrasi Gerbang Tol Kalikangkung  (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Ilustrasi Gerbang Tol Kalikangkung (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui kampus tengah mengembangkan riset untuk memudahkan proses bayar tol.

Targetnya, ke depan, masyarakat tidak lagi perlu membayar tol menggunakan kartu uang elektronik (KUE). Karena KUE bisa digantikan oleh Radio Frequency Identification (RFID) flow chip.

Chip ini nantinya bisa ditempelkan di mobil. Sehingga ketika masuk jalan tol tidak lagi harus menggunakan uang elektronik. Sehingga, mobil tak perlu berhenti lama dan mengakibatkan antrean panjang ketika masuk atau keluar tol.

Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek M. Fauzan Adziman mengatakan, tahun ini Kemdiktisaintek mendanai sekitar 16.600 penelitian dari total 50 ribu proposal. Pihaknya telah menyediakan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun untuk penelitian tersebut.

Sebagian besar penelitian tersebut difokuskan pada isu-isu strategis sesuai asta cita presiden. Seperti kesehatan, digitalisasi, dan ketahanan pangan.

“Kami ingin hasil riset tidak berhenti di jurnal, tapi bisa diwujudkan menjadi produk nyata dan dihilirisasi untuk mendukung industri nasional,” ungkapnya, Kamis (31/7).

Salah satu yang tengah dikembangkan adalah program hilirisasi riset di bidang semikonduktor. Yakni, pengembangan pasir silika yang jumlahnya cukup besar di 23 provinsi di Indonesia.

Dia menjelaskan, pasir silika ini ternyata dapat digunakan sebagai bahan elektronika yang sangat bermanfaat yaitu semikonduktor. Salah satunya, dalam teknologi RFID flow chip.

“Jadi dengan chip ini, ketika masuk jalan tol tidak lagi harus menggunakan e-money yang ditempelkan, mobil tidak harus berhenti. Jadi bisa dengan kecepatan yang cukup rendah itu bisa terbaca dan pembayaran bisa dilakukan,” paparnya.

Dengan begitu, bisa mengurai kemacetan di pintu keluar/masuk tol yang kerap jadi bottleneck kemacetan di jalan tol.

Fauzan mengatakan, saat ini tengah dilakukan beberapa pengujian, dan diharapkan bisa segera rampung dan digunakan.

“Mudah-mudahan ini juga bisa dimanfaatkan di jalan tol atau ketika masuk ke kota besar gitu. Sehingga mudah-mudahan bisa mengurai kemacetan,” ungkapnya. 

Dorong Riset yang Berdampak Langsung ke Masyarakat

Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan, riset dan inovasi kampus yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat memang tengah didorong oleh pihaknya.

Riset tidak boleh lagi hanya sekadar fokus pada pendekatan akademik saja. Kampus diminta untuk terbuka dan proaktif jemput bola.

Karena itu, ia menginstruksikan kampus-kampus untuk turun langsung ke lapangan dengan mendatangi industri, pemda, hingga kementerian teknis guna memahami persoalan dan kebutuhan teknologi dihadapi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore