Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juni 2025 | 04.36 WIB

Pesan Wamendikti Saintek Stella Christie untuk Penerima Beasiswa dari Negara: Ini adalah Utang yang Harus Dibayar dan Akan Ditagih

Wamendiktisaintek Stella Christie di kantornya, Senin (16/6/2025). (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos) - Image

Wamendiktisaintek Stella Christie di kantornya, Senin (16/6/2025). (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)

JawaPos.com - Penerima beasiswa negara diminta untuk tidak melupakan tanggung jawab moralnya pada Tanah Air.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyebut, dana beasiswa yang berasal dari sumbangsih rakyat ini merupakan "utang" yang harus dibayar dengan kontribusi nyata mereka pada bangsa.

Hal ini disampaikan Stella di sela kegiatan Pembekalan Penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) angkatan IV dan Beasiswa Garuda 2025, di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (16/6).

Stella mengatakan, beasiswa ini bukan sekadar bantuan semata. Tapi merupakan investasi negara.

"Pertama kita mengingatkan kepada adik-adik bahwa ini adalah investasi negara. Dan ini adalah sumbangsih dari seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah hutang yang suatu saat harus dibayar dan akan ditagih," tuturnya.

Oleh karenanya, Stella mendorong para penerima beasiswa negara ini untuk terus mengembangkan diri dan mencari peluang terbaik untuk berkarya baik ketika kuliah maupun setelah lulus.

Para awardee tidak boleh hanya diam di zona nyaman. Dengan begitu, mereka nantinya dapat segera berkontribusi nyata kepada negara.

Disingung soal kewajiban kembali ke Indonesia, Stella mengaku tak ada perjanjian khusus yang mengikat terkait hal ini.

Selain itu, dia menilai, buru-buru pulang ke Tanah Air tanpa pengembangan diri terbaik pun akan percuma. Bahkan, bisa membuat investasi negara sia-sia.

"Sehingga kita tidak mengikat waktunya, tetapi kita mengikat komitmennya. Komitmen mereka untuk berkontribusi terhadap bangsa," ungkapnya.

Guna menegaskan komitmen para penerima beasiswa ini, Guru Besar Tsinghua University itu menyebut, pihaknya akan membuat program khusus yang mengatur tentang kontribusi para penerima beasiswa negara ini setiap tahunnya.

Kontribusi dapat dilakukan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Misalnya, membimbing adik-adik kelasnya untuk lolos di universitas top dunia.

Bisa juga dengan memberikan kuliah dari apa yang sudah mereka dapatkan di kampusnya masing-masing. "Itu kita akan tuntut setiap tahunnya," sambungnya.

Beda pandangan soal ini, Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily justru berharap agar para penerima beasiswa untuk segera kembali ke Indonesia setelah lulus. Mereka dinilai harus memberikan sumbangsih nyata dalam pembangunan bangsa.

Penekanan ini dia berikan lantaran banyak penerima beasiswa yang tak kembali ke Indonesia setelah lulus.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore