Fakultas Kedokteran Unair kukuhkan enam guru besar, Kamis (22/5). (Foto: Juliana Christy / JawaPos.com)
JawaPos.com — Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) kembali menorehkan prestasi akademik dengan mengukuhkan enam guru besar baru pada Kamis (22/5). Momen ini sekaligus menegaskan komitmen Unair dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan di Indonesia melalui kontribusi nyata di dunia riset dan pendidikan.
Adapun enam profesor yang dikukuhkan meliputi Prof. Dr. dr. Imam Susilo, Sp.PA., Subsp.URL(K), FISCM, MIAP, Prof. Dr. dr. Juniastuti, M.Kes., Sp.MK, Prof. dr. Linda Dewanti, M.Kes., MHSc., Ph.D, Prof. Dr. dr. Yetti Hernaningsih, Subsp.H.K(K), Prof. Dr. dr. Asra Alfauzi, Sp.BS., Subsp.N-Vas(K), SE, MM, FICS, FACS, IFAANS, dan Prof. Dr. dr. Imam Subadi, Sp.KFR., N.M(K)
Rektor Unair Mohammad Nasih dalam sambutannya menyoroti pentingnya peran guru besar dalam menghasilkan riset yang tidak hanya berhenti di tataran teori, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.
“Indonesia masih menghadapi banyak persoalan kesehatan, dari penyakit kronis seperti nyeri lutut, penyakit menular, hingga angka kesakitan yang tinggi. Ini tantangan besar yang harus direspons dengan aksi konkret, bukan hanya ide,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa riset akademik harus dilanjutkan ke tahap implementasi agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kadang kita punya ide hebat, tapi dieksekusi oleh pihak lain. Kita harus mampu membawa riset kita sendiri hingga menjadi produk yang berguna,” imbuhnya.
Saat ini, Unair telah memiliki lebih dari 300 guru besar, dan sekitar 60 di antaranya berasal dari Fakultas Kedokteran. Rektor berharap tambahan enam guru besar ini dapat memperkuat posisi Unair sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam membangun ketahanan sistem kesehatan nasional.
Sementara itu, Wakil Dekan III FK Unair, Dr. Sulistiawati menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan momen istimewa karena melibatkan enam profesor dari berbagai departemen sekaligus. “Ini hari yang membahagiakan bagi kami. Ada dari patologi anatomi, patologi klinik, bedah saraf, hingga rehabilitasi medis. Semuanya berhasil mencapai jenjang profesor bersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap guru besar memiliki spesialisasi riset dan keilmuan yang diharapkan terus berkembang dan memberikan inovasi baru dalam bidang kedokteran. Ia juga menyebut bahwa target pengukuhan guru besar dari FK tahun ini bisa mencapai 20 orang, tergantung pada kelengkapan pengajuan dan persyaratan yang dipenuhi masing-masing dosen.
“Bagi dosen yang juga dokter, tantangannya memang lebih kompleks. Mereka harus memenuhi BKD, karya ilmiah, dan publikasi bereputasi internasional. Tapi ini sejalan dengan semangat kami untuk terus maju,” kata Sulistiawati.
Dengan bertambahnya enam guru besar baru ini, FK Unair optimistis dapat terus memperluas kontribusi akademik dan inovasi di bidang kesehatan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat luas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
