Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 April 2026 | 05.30 WIB

Unair Surabaya Temukan 79 Data Peserta Anomali di UTBK-SNBT 2026

Suasana pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 hari pertama di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (21/4). (Humas Unair) - Image

Suasana pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 hari pertama di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (21/4). (Humas Unair)

JawaPos.com - Sebagai lokasi Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026, Universitas Airlangga Surabaya menemukan 79 daftar nama peserta yang terindikasi anomali.

Kordinator Pelaksana Pusat UTBK SNBT Universitas Airlangga 2026, Prof. I Made Narsa menyebut data 79 peserta ini didapatkan dari Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

"Iya semuanya (79 peserta yang dicurigai anomali) itu tes hari pertama, hari ini, Selasa (21/4). Anomali saja, kaya datanya kok aneh, ya, jangan-jangan itu," ucap Made ditemui di Kampus C Unair Surabaya, Selasa (21/4).

Keanehan yang dimaksud, Made mencontohkan salah satu peserta berdomisili di Indonesia Barat memilih kampus di Jawa Tengah, namun mengikuti tes di wilayah berbeda dari domisili maupun lokasi kampus pilihannya.

Temuan ini patut diduga. Sebab, tingkat keketatan dan kualitas pengawasan di masing-masing pusat UTBK berbeda. Artinya, pola tersebut bisa saja diambil peserta untuk mendapatkan lokasi ujian yang tidak ketat.

"Bisa jadi dia berpikir di daerah pengawasannya lebih lengah, kan bisa begitu. Jadi dari pikiran normal, ini kok aneh ya, rumahnya di sini, milihnya di sini, kok tesnya di situ, itu patut kita curigai, anomali," imbuhnya.

Made menyebut dari 79 peserta UTBK-SNBT 2026 di Unair yang masuk daftar anomali, sebagian tidak hadir saat ujian. Termasuk seorang perempuan yang diungkap oleh panitia SNPMB karena dicurigai sebagai 'joki' ujian.

Sementara yang hadir diawasi ketat pengawas melalui verifikasi data dan pencocokan wajah secara langsung di lokasi ujian. Hasil pengawasan, tidak ditemukan indikasi kecurangan pada peserta yang hadir.

"Hasil pengawasan itu kita melihat di lapangan tidak ada kamera, tidak ada alat-alat yang dipakai aman ya dugaan aja. Kemudian satu nama yang diduga kuat sebagai penjoki juga tidak hadir," pungkas Made. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore