
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Siswono Yudo Husodo. (Humas UP/Antara)
JawaPos.com–Universitas Pancasila (UP) meluluskan 896 wisudawan/wati dari berbagai jenjang pendidikan (D3, S1, S2, S3, dan profesi Apoteker). Acara mengusung tema Generasi Muda Cerdas Berintegritas untuk Indonesia Emas.
Pjs Rektor UP Adnan Hamid menyampaikan, wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat. Dia mengingatkan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat dan daya juang yang tak kenal menyerah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
”Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah,” kutip Adnan dari Presiden ke-3 RI B.J. Habibie.
Dia menegaskan, lulusan UP harus menjadi pelopor dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di setiap lini kehidupan. Wisuda ini juga menjadi momentum reflektif terhadap pencapaian UP yang kini memasuki usia 59 tahun.
Adnan menyoroti pentingnya etika dan moral sebagai kompas dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Nilai luhur Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam berpikir, bertindak, dan berkontribusi bagi bangsa.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Siswono Yudo Husodo menekankan pentingnya semangat kerja, motivasi pencapaian, dan inovasi bagi para generasi muda dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Siswono mengatakan, persaingan tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga lintas batas negara, yang ditandai dengan semakin mudahnya pekerja dan investor lintas negara. Dengan 9 juta pekerja Indonesia di luar negeri dan 400.000 pekerja asing di Indonesia, Siswono mendorong para lulusan untuk memperluas kemampuan, termasuk menguasai bahasa internasional seperti Mandarin, Jepang, atau Korea, selain Bahasa Inggris, sebagai bekal berkompetisi secara global.
Siswono optimistis, Indonesia memiliki masa depan cerah dalam konstelasi ekonomi global. Pada 2035, Indonesia diperkirakan berada di peringkat 8 atau 9 sebagai ekonomi terbesar dunia, seiring dengan bergesernya pusat kegiatan ekonomi global ke Asia.
”Perubahan ini membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam sektor-sektor strategis, khususnya manufaktur yang akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama,” tandas Siswono Yudo Husodo seperti dilansir dari Antara.
Dia menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju yang signifikan secara global.
Siswono menekankan pentingnya semangat belajar yang berkelanjutan seiring dengan perkembangan zaman yang pesat. Dunia berubah cepat, tidak boleh berhenti belajar. Belajar tidak hanya terjadi di bangku kuliah, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam menghadapi era digital dan teknologi canggih, para lulusan juga diimbau untuk menguasai teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), robotik, dan bioteknologi, serta pentingnya penguasaan bahasa asing seperti Mandarin, Jepang, atau Korea sebagai bekal bersaing secara global.
”Pemenang di masa depan adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna,” ujar Siswono Yudo Husodo.
Pada wisuda kali ini para wisudawan/wati juga berkesempatan mendengarkan orasi ilmiah yang disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar. Dia menegaskan pentingnya sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sebagai modal utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dia menambahkan, generasi muda, termasuk para wisudawan, memiliki peran strategis dalam membangun budaya kualitas (quality culture) untuk mempercepat tercapainya Indonesia Emas 2045. BPOM mendorong terciptanya produk obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing global.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
