Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 07.23 WIB

Mendikdasmen Perkenalkan Rumah Pendidikan dan Kurikulum AI di Forum Menteri APEC di Korea Selatan

Mendikdasmen (Kanan) Abdul Mu’ti di forum 7th APEC Education Ministerial Meeting (AEMM), Korea Selatan. (Kemendikdasmen) - Image

Mendikdasmen (Kanan) Abdul Mu’ti di forum 7th APEC Education Ministerial Meeting (AEMM), Korea Selatan. (Kemendikdasmen)

JawaPos.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memperkenalkan inovasi pendidikan Indonesia ke hadapan 21 negara anggota APEC dalam forum 7th APEC Education Ministerial Meeting (AEMM) yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan, pada 13–15 Mei 2025.

Dalam forum bertema "Bridging Educational Gaps and Promoting Inclusive Growth in the Era of Digital Transformation", Mu’ti menyampaikan inisiatif Indonesia lewat platform Rumah Pendidikan, sebuah ekosistem digital terpadu yang dirancang untuk memperkuat akses, kolaborasi, dan efisiensi dalam dunia pendidikan.

“Platform ini memiliki delapan ruang virtual yang diperuntukkan bagi guru, siswa, orang tua, dan mitra pendidikan,” jelas Mu’ti dalam sesi pleno AEMM.

Salah satu komponen utamanya adalah Ruang GTK, tempat guru dan tenaga pendidik dapat mengembangkan kompetensinya, termasuk dalam bidang coding dan artificial intelligence (AI) yang akan diterapkan mulai kelas 5 SD hingga SMA pada tahun ajaran 2025–2026.

“Pengenalan coding dan AI ke kurikulum tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tapi juga membentuk pola pikir komputasional dan pemahaman etika AI,” ujar Mu’ti.

Ia menekankan bahwa pendidikan harus selaras dengan perubahan zaman, dan peningkatan kapasitas guru menjadi kunci dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan kesenjangan pendidikan.

Di sela forum AEMM, Mendikdasmen juga bertemu dengan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun untuk membahas peluang kerja sama bilateral di bidang pendidikan lingkungan. Salah satu fokusnya adalah pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya untuk mendukung sekolah-sekolah di wilayah Indonesia yang belum terjangkau listrik.

“Masih ada sekolah-sekolah di Indonesia yang belum memiliki pasokan listrik yang memadai. Pemanfaatan energi ramah lingkungan sangat penting untuk mendukung sekolah ramah lingkungan,” kata Mu’ti.

Selain itu, pengelolaan limbah di lingkungan sekolah juga masuk dalam agenda diskusi. Model pengelolaan sampah yang sudah diterapkan di Jeju dipertimbangkan untuk direplikasi di beberapa daerah Indonesia sebagai proyek percontohan.

Kepala BSKAP Toni Toharudin menambahkan, peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada energi terbarukan. Pendidikan vokasi juga menjadi prioritas. “Kami ingin menjajaki proyek pilot penerapan teknologi hijau Jeju di sektor pendidikan vokasi di Indonesia,” ucap Toni.

Gubernur Oh Young-hun menyambut baik peluang ini. Ia menyatakan, Jeju siap berbagi pengalaman dalam transisi energi hijau dan berharap bisa melihat model energinya diterapkan di Indonesia.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore