Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2025 | 17.57 WIB

Hari Braille 4 Januari: Dari Reglet ke Fitur Talkback: Evolusi Teknologi Braille yang Memberdayakan Tunanetra

Gambar seseorang menggunakan Refreshable braille display. (Freepik)


JawaPos.com - Huruf Braille adalah sistem revolusioner yang telah memberikan akses pendidikan dan komunikasi bagi tunanetra sejak diciptakan oleh Louis Braille pada awal abad ke-19. Seiring perkembangan zaman, teknologi modern telah mengubah wajah huruf Braille, menjadikannya semakin relevan dan mudah diakses oleh tunanetra di era digital.

Perjalanan Awal Huruf Braille
Louis Braille menciptakan sistem ini pada usia 15 tahun, terinspirasi oleh night writing milik Charles Barbier. Namun, ia menyederhanakan sistem tersebut menjadi enam titik timbul yang dapat diraba dengan ujung jari, menciptakan 64 kombinasi karakter. Sistem ini menjadi tonggak penting dalam sejarah literasi tunanetra.

Inovasi Modern dalam Huruf Braille
Berikut adalah beberapa inovasi terkini yang memadukan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan komunikasi tunanetra:

  1. Reglet dan Pen Braille
    Alat klasik ini digunakan untuk menulis huruf Braille secara manual. Meskipun sederhana, reglet dan pen tetap relevan bagi tunanetra di seluruh dunia.

  • Kertas Braille Khusus
    Kertas dengan ketebalan 100-160 gram ini dirancang agar tahan terhadap tekanan selama proses membaca, memungkinkan teks tetap terasa jelas meskipun sering digunakan.

  • Al-Quran Braille Digital dan Buku
    Al-Quran Braille telah tersedia dalam versi cetak dan digital. Versi digital didukung dengan pen suara, yang membantu tunanetra mendalami bacaan Al-Quran dengan lebih interaktif.

  • Mesin Tik Braille dan Printer Embosser

    • Mesin tik Braille berfungsi seperti mesin tik konvensional tetapi dirancang untuk mencetak huruf Braille.
    • Printer embosser, atau braille embosser, mampu mengubah file teks biasa menjadi dokumen Braille, memungkinkan aksesibilitas lebih luas terhadap informasi cetak.
  • Refreshable Braille
    Alat ini memungkinkan tunanetra membaca huruf Braille secara elektronik. Integrasi dengan smartphone memungkinkan pengguna mempelajari huruf dengan bantuan orang tua atau guru. Harganya masih cukup mahal di Indonesia, sekitar Rp53 juta.

  • Fitur Talkback dan Voiceover
    Smartphone kini dilengkapi fitur talkback (Android) dan voiceover (iOS) yang membantu tunanetra mengakses perangkat digital. Teknologi ini menggunakan umpan balik suara dan getaran untuk memandu interaksi pengguna dengan layar sentuh.

  • Braille: Simbol Kesetaraan dan Inklusi
    Dengan teknologi yang terus berkembang, huruf Braille tetap menjadi simbol aksesibilitas dan inklusi. Mulai dari reglet hingga fitur canggih di smartphone, inovasi ini membuka peluang bagi tunanetra untuk hidup lebih mandiri dan setara.

    Louis Braille memulai revolusi ini lebih dari dua abad lalu, dan hari ini, semangat inovasinya terus hidup melalui teknologi modern. Mari dukung pengembangan aksesibilitas agar setiap individu, termasuk tunanetra, dapat meraih potensi penuh mereka.

    Editor: Dhimas Ginanjar
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore