
ILUSTRASI Kantor Kemendikbudristek. (istimewa)
JawaPos.com – Transformasi perguruan tinggi vokasi berhasil memikat dunia industri Tiongkok. Enam industri sepakat menggelontorkan RMB 68 juta atau setara Rp 170 miliar untuk menjalin kerja sama dengan sebelas perguruan tinggi vokasi di Indonesia.
Enam industri atau agensi dari Tiongkok itu adalah Conch Cement, Anhui East Borneo Province Economic Trade and Cultural Cooperation Representative Office, Dora Group, PT Gree Electric Appliances Indonesia, PT Liugong Machinery Indonesia, dan China Vocational Training Beifang Zhiyang (Beijing) Educational Technology Co. Ltd.
Hal itu, menurut Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Dunia Industri (Mitras DUDI) Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Adi Nuryanto, akan ditempuh melalui program pelatihan dan pencarian kerja, pembangunan workshop, dan pembangunan training center.
”Jadi, bantuan dari perusahaan-perusahaan Tiongkok ini tujuannya tentu pembelajaran. Kemudian, penelitian berkelanjutan bagi proses inovasi yang ada di pendidikan tinggi vokasi kita,” tuturnya kemarin (12/10). (mia/c6/oni)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
