Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Maret 2026, 05.16 WIB

Prabowo Optimistis Transformasi Swasembada Pangan dan Energi Mampu Hadapi Krisis Global

Ilustrasi teknologi energi terbarukan. (Pixabay/Pexels.com) - Image

Ilustrasi teknologi energi terbarukan. (Pixabay/Pexels.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa situasi krisis global justru mendorong percepatan agenda transformasi nasional, terutama dalam upaya mencapai swasembada pangan dan energi.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).

Menurut Prabowo, dinamika global saat ini memaksa pemerintah untuk mempercepat berbagai langkah strategis yang sebenarnya telah lama direncanakan.

Ia menilai tantangan global justru menjadi momentum untuk mempercepat transformasi nasional.

“Menurut saya, krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pemerintah telah lama menyadari pentingnya transisi menuju energi terbarukan serta pemanfaatan sumber energi domestik.

Kondisi global saat ini dinilai semakin mendorong upaya tersebut dilakukan secara lebih cepat dan intensif.

“Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi kepada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Ini memaksa kita untuk bekerja lebih keras,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif, termasuk bahan bakar nabati dari komoditas pertanian.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan lain seperti panas bumi dan tenaga air.

“Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, dari singkong, dari jagung. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro,” tutur Prabowo.

Targetkan PLTS 100 GW dalam 2 Tahun

Dalam rencana percepatan tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. 

Presiden menyebut proyek tersebut diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 100 ribu hektare yang sebagian potensinya telah teridentifikasi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore