
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyerahkan secara simbolis beasiswa mahasiswa Pemuda Tangguh di Graha YKP Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/11/2023). (Antara)
JawaPos.com – Penerimaan Beasiswa Pemuda Tangguh jilid satu di Surabaya untuk tahun 2024 sudah selesai.
Saat ini, Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya tengah bersiap untuk penerimaan jilid dua program beasiswa tersebut.
Kepala Disbudporapar Surabaya, Hidayat Syah menyampaikan bahwa periode pertama sudah berlangsung sejak tanggal 15 Januari sampai 4 Februari 2024 lalu, dengan total ada sebanyak 400 mahasiswa yang sudah terdaftar.
“Nanti pada jilid dua juga 400 orang. Jadi tahun ini ada 800 peserta baru penerima beasiswa ini,” terang Hidayat pada Jumat (19/4), seperti yang dikutip dari Radar Surabaya.
Saat ini, secara keseluruhan sudah ada 3.100 peserta yang menerima bantuan Beasiswa Pemuda Tangguh ini.
Selain menerima bantuan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT), peserta penerima beasiswa ini juga menerima uang saku dan uang penunjang pembelajaran sebesar Rp1,250 Juta.
“Untuk total anggarannya tahun ini itu sebanyak Rp46 miliar,” ucapnya.
Beasiswa ini akan diberikan sampai para peserta lulus kuliah. Tentunya dengan seiring berjalannya waktu, hasil dari perkuliahan seluruh peserta akan ada evaluasi.
Hal itu dikarenakan selain menyasar warga yang tidak mampu, secara spesifik mereka yang menerima beasiswa ini juga harus punya nilai akademis yang baik.
“Minimal IPK-nya itu 3,5. Nanti ini kami evaluasi terus tiap bulan dan semesternya,” kata Hidayat.
Di sisi lain, bagi peserta beasiswa yang mengalami penurunan nilai akademis, ada kemungkinan beasiswa itu akan dicabut.
Selain penurunan nilai, mahasiswa yang lulus melebihi batas kuliah normal 8 semester, beasiswanya juga akan dicabut.
“Tapi tentu akan ada evaluasi masukan dulu. Kami beri pemahaman perihal prestasinya. Tidak asal dicabut,” ujarnya.
Rencananya, Beasiswa Pemuda Tangguh jilid dua ini akan dimulai sekitar bulan Juli mendatang, dan mereka yang mendaftar harus terdaftar sebagai keluarga miskin (gamis) di Dinas Sosial.
“Nanti kita sesuaikan dengan tahun ajaran baru ya. Karena yang daftar inikan sudah harus diterima dulu di perguruan tinggi dulu. Jadi ada yg semester 1 ada yang 2 juga. Untuk perguruan tinggi yang kerja sama semua perguruan tinggi negeri bisa,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
