
Pembuatan miniatur jembatan oleh finalis kompetisi jembatan Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Pembangunan Jaya Tangerang Selatan akhir pekan lalu. Antara
JawaPos.com–Presiden Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Tangerang Selatan Frans Satyaki Sunito menyebutkan, Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2022 yang diikuti 12 universitas di Indonesia, mampu mendorong kolaborasi antara kampus dan dunia industri.
”Dengan sinergi dunia usaha dan dunia industri (DUDI) diharapkan pendidikan tinggi semakin maju dan berkualitas sehingga upaya mencetak SDM unggul dapat tercapai,” kata Presiden UPJ Tangerang Selatan Frans Satyaki Sunito seperti dilansir dari Antara di Kampus UPJ Tangerang Selatan, Selasa (15/11).
UPJ selaku tuan rumah KJI 2022 berharap hasil kegiatan tersebut bisa bermanfaat dan meningkatkan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kemudian KJI juga menjadi ajang yang baik untuk belajar mengetahui dan memitigasi risiko konstruksi sebuah jembatan.
Dia menjelaskan, jembatan adalah komponen penting dari infrastruktur konektivitas sekaligus salah satu konstruksi teknik sipil yang tertua di dunia.
”Teknologi jembatan sudah semakin canggih tidak hanya di bidang desain dan konstruksi tapi juga metode konstruksi jembatan yang menjadi unsur yang sangat penting dalam membangun jembatan. KJI 2022 ini menjadi ajang yang baik untuk perkembangan dunia konstruksi ke depan,” ujar Frans Satyaki Sunito.
KJI XVII 2022 merupakan ajang tahunan yang digelar Balai Pengembangan Talenta, Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek yang melombakan desain atau rancangan jembatan. Ada delapan perusahaan yang ikut aktif memberikan dukungan di antaranya PT Hutama Karya, PT Jaya Konstruksi, dan PT Pilar Putra Mahakam.
Pada babak finalis ada 16 tim dari 12 universitas yang terlibat mewakili delapan jembatan model pelengkung dan delapan jembatan model rangka baja.
Adapun peserta adalah Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Jogjakarta, Universitas Negeri Jogjakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Politeknik Negeri Jakarta. Selain itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Pelita Harapan, Universitas Bangka Belitung, Universitas Negeri Malang, Universitas Indonesia serta Universitas Udayana.
Koordinator ajang talenta Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Prestasi Nasional Kemendikbudristek Keri Darwindo mengatakan, infrastruktur adalah aspek penting bagi negara dalam menggerakkan aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah memberikan prioritas dalam pembangunan infrastruktur.
”Pemerintah bahkan memberikan prioritas yang sangat tinggi pada pembangunan infrastruktur,” kata Keri.
KJI 2022 relevan karena para finalis pada lima hingga sepuluh tahun mendatang akan menjadi ahli di bidang infrastruktur khususnya jembatan dan berkontribusi pada pembangunan negara.
Finalis dari Universitas Negeri Malang sukses menjadi juara umum dan berhasil membawa pulang piala bergilir KJI XVII 2022 setelah meraih dua juara di dua kelompok kategori. Sedangkan Juara I untuk model Jembatan Rangka Baja direbut oleh tim finalis dari Politeknik Negeri Jakarta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
