JawaPos.com - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan kesiapan infrastruktur untuk menunjang arus balik lebaran 2026 telah dilakukan dengan baik. Dia berharap arus mudik gelombang kedua yang diperkirakan terjadi akhir pekan ini bisa berjalan lancar.
Dudy mengatakan, perbaikan saranan sudah diselesaikan sejak H-10 lebaran. Namun, dengan dinamika lalu lintas yang terjadi sejak periode mudik, membuat terjadi perubahan struktur jalan.
“Kami memastikan jalan tol siap digunakan, khususnya dari sisi kualitas. Perbaikan telah diselesaikan sebelum H-10 Lebaran. Namun, curah hujan yang tinggi, volume lalu lintas yang meningkat, serta masih ditemukannya kendaraan angkutan barang yang melintas saat masa pembatasan, berpotensi menyebabkan kerusakan seperti lubang," kata Dudy di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang pada Sabtu (28/03).
Apabila ditemukan jalan rusak, Dudy telah mengintruksikan agar segera dilakukan perbaikan maksimal dalam waktu 1x24 jam. Dengan begitu, arus lalu lintas kendaraan tidak mengalami pelambatan.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, kondisi arus balik saat ini terpantau ramai lancar. Setelah periode puncak pada 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi, peningkatan arus yang terjadi pada 28-29 Maret 2026 juga akan dikelola optimal.
“Kami memastikan seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani masyarakat selama periode arus mudik maupun balik Lebaran 2026, khususnya saat ini bagi pengguna jalan yang akan kembali ke Jakarta. Dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang optimal, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar dan berkeselamatan selama di jalan tol,” ujar Rivan.
Rekayasa lalu lintas berupa one way dan contraflow akan dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian. Begitu pun dengan rest area akan dikelola dengan maksimal agar tidak menjadi titik kemacetan.
“Evaluasi dan penataan rest area terus kami lakukan, baik dari sisi pengaturan arus maupun kapasitas. Pengguna jalan juga dapat mengoptimalkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa, mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 72, sehingga tetap memiliki pilihan apabila rest area utama di jalan tol mengalami kepadatan,” jelasnya.
Berdasarkan data hingga Jumat (27/03) tercatat 2,5 juta kendaraan telah menuju wilayah Jakarta atau sekitar 75 persen dari proyeksi lalu lintas yang kembali ke Jabotabek sebesar 3,39 juta pada periode 11-31 Maret 2026. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 25 persen pengguna jalan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026.