Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Mei 2022 | 17.23 WIB

Nadiem Dorong Pemulihan Pendidikan di Asia Pasifik Pascapandemi

Mendikbudristek Nadiem A Makarim - Image

Mendikbudristek Nadiem A Makarim

JawaPos.com - Kelompok Kerja Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Human Resources Development Working Group (HRDWG) dalam forum kerja sama Asia Pacific for Economic Cooperation (APEC) terus berkomitmen memulihkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kawasan Asia Pasifik. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, sebagai focal point APEC HRDWG Indonesia, ikut hadir dan berperan aktif bersama 20 anggota ekonomi APEC lainnya.

Pada keketuan tahun ini, dalam bidang pendidikan, Thailand mengambil tema Shaping Smart Citizens with Digitalization and Eco-Friendly Awareness. Tema tersebut sejalan dengan amanat dari para pemimpin APEC melalui APEC Bogor Goals, APEC Putrajaya Vision 2040, dan Aotearoa Plan of Action. Selain itu, tema ini diusung untuk mendukung tema besar APEC 2022, yakni Open, Connect, Balance.

Melalui tema tersebut para anggota ekonomi didorong untuk memetakan potensi masa depan pascacovid-19. Saat ini APEC sedang terus bergerak untuk bangkit dari krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi.

“Pertemuan kali ini sangat berperan penting untuk mendukung upaya kita bersama dalam memulihkan pembelajaran dan reimagine masa depan kita pasca Covid-19,” ujar Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim kepada wartawan, Selasa (17/5).

Nadiem menyampaikan, bulan Mei ini merupakan waktu yang istimewa untuk Indonesia. Sebab bertepatan dengan perayaan hari pendidikan nasional. “Tahun ini juga menjadi tahun ketiga Indonesia mengimplementasikan Merdeka Belajar, inisiatif yang mendorong reformasi kebijakan pendidikan bagi berbagai pemangku kepentingan utama pendidikan: guru dan murid,” jelasnya.

Nadiem menuturkan, Merdeka Belajar bertujuan untuk memerdekakan pembelajaran anak-anak Indonesia. Selama ini pembelajaran terlalu berorientasi pada hafalan dan kurikulum mulai tertinggal dari kemajuan abad 21.

“Kita juga memerdekakan guru-guru dari beban administratif yang berlebihan, terbatasnya kesempatan pengembangan diri, dan dari kurikulum yang terlalu rinci, yang menghalangi kreatifitas dan talenta guru,” jelas Nadiem.

Salah satu inisiatif kebijakan Merdeka Belajar adalah Kurikulum Merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka juga didukung dengan hadirnya Platform Merdeka Mengajar yang dapat membantu guru memahami, mengembangkan diri, dan berbagi pengalaman Kurikulum Merdeka.

“Guru-guru kami sekarang memiliki otonomi lebih dalam mengatur pembelajaran di ruang kelas dalam mendukung capaian pembelajaran muridnya masing-masing. Gurulah yang paling memahami bagaimana murid-murid mereka," ucap Nadiem.

"Selain itu, murid diberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berfokus pada kemampuan esensial untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila dan sukses menjalani kehidupan di abad 21 ini,” pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore