Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Mei 2022 | 00.20 WIB

Indeks Literasi Rendah, Siswa SMK Dapat Pelatihan Pengelolaan Keuangan

Ilustrasi: Sejumlah siswa-siswi SMK sedang belajar di labor komputer. (Galih Cokro/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi: Sejumlah siswa-siswi SMK sedang belajar di labor komputer. (Galih Cokro/Jawa Pos)

JawaPos.com - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkenal langsung bekerja dibanding melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan terdapat 1,63 juta pelajar SMK yang lulus pada tahun 2021 sebanyak 57,49 persen di antaranya langsung bekerja dan 16,83 persen berwirausaha.

Atas dasar itu, Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) berupaya membantu generasi muda meningkatkan kemampuan pengelolaan finansial. Caranya yakni mengimplementasikan program edukasi literasi keuangan bertajuk JA Personal Finance.

"Berdasarkan data dari laporan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNKLI) 2021-2025, upaya peningkatan literasi keuangan pada kelompok usia produktif, khususnya generasi muda, perlu lebih ditingkatkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari kepada wartawan, Jumat (13/5).

Kegiatan ini berlangsung secara daring sejak Februari 2022. Sebanyak 300 pelajar kelas 11 dan 12 dari SMKN 6 Jakarta, SMKN 15 Bandung, SMKN 9 Semarang, SMKN 8 Surabaya, dan SMK Bintang Persada Denpasar belajar membuat keputusan finansial pribadi dengan mengaplikasikan konsep dasar pengelolaan uang, yaitu memperoleh, membuat anggaran, menabung, membelanjakan, dan mengelola risiko.

Pada akhir pembelajaran, para siswa ditantang untuk mengkampanyekan urgensi dan kiat pengelolaan keuangan bagi anak muda. Hasilnya, 51 kampanye literasi keuangan yang dipublikasikan menjangkau lebih dari 40 ribu akun di media sosial.

"Kami percaya bahwa kecakapan keuangan yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas keputusan dan pengelolaan finansial mereka dalam rangka mencapai kesejahteraan dan ketahanan keuangan," imbuh Puni.

Sementara itu, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner menambahkan, survei Katadata Insight Center menunjukkan bahwa 59,4 persen generasi Z mengakui pengeluaran mereka lebih besar dibandingkan pendapatan. Hal ini disebabkan karena hanya 17,7 persen dari mereka yang membagi penghasilan ke dalam pos-pos kecil.

"Dalam program JA Personal Finance, para pelajar ditanamkan mengenai pentingnya menyusun anggaran keuangan bulanan dengan menempatkan tabungan sebagai prioritas dan kemudian mengalokasikan uang ke sejumlah pos pengeluaran yang dibutuhkan," ucap Robert.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore