
Photo
JawaPos.com - Bumi Global Karbon (BGK) menandatangangani perjanjian kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI), Jakarta. Keduanya sepakat untuk membantu pemerintah dalam percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) secara maksimal melalui laporan keberlanjutan/sustainability report (SR) Usaha Kecil Menengah (UKM).
Kerja sama tersebut membentuk wadah baru dengan nama STEI Sustainability and Climate Center (SSCC). Di mana, SSCC akan berkantor di Jl Kayu Jati Raya No 11A, Rawamangun, Jakarta Timur 13220.
"SSCC bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cakap dan kompeten sehingga dapat mengasistensi UKM dalam menyusun SR. Sumber daya manusia di SSCC terdiri dari mahasiswa dan dosen pengajar," papar founder Badan Global Karbon (BGK), Ahmad Deni Daruri dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (10/6).
Menurut Deni, saat ini, BGK telah mengembangkan aplikasi teknologi yang dapat melakukan pembuatan SR secara instan dan efisien untuk pelaku usaha yaitu Cerah SR Tool. Fungsinya untuk memudahkan SDM SSCC mengasistensi pelaku usaha dan menyusun SR.
"Cerah SR Tool telah didisain sedemikian rupa supaya user friendly, dapat mendukung operasi bisnis pelaku usaha dengan tetap memenuhi ketentuan standar pelaporan keberlanjutan internasional seperti the Global Reporting Initiatives (GRI), pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan juga faktor Environmental Social & Governance dari pasar modal terkemuka di dunia," paparnya.
Karena itu, perusahaan yang diwakili oleh inputter dari SSCC hanya perlu menginput data sesuai pertanyaan dari Cerah SR Tool dan setelah selesai proses input, sistem akan otomatis men-generate data tersebut menjadi sebuah laporan dalam bentuk PDF yang telah termasuk design dan layout laporan.
"SR yang disiapkan telah sesuai dan mematuhi peraturan nasional seperti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 51/POJK.03 tahun 2017 dan kerangka pelaporan internasional seperti Global Reporting Initiative (GRI) Standard, Sustainable Development Goals dan kriteria Environmental, Social, Governance (ESG)," tuturnya.
Dijelaskannya, manfaat dari SR bagi UKM, adalah SR dapat digunakan sebagai informasi publik atas kinerja UKM, menjadi nilai tambah UKM yang dapat meningkatkan kepercayaan dari pelanggan, kreditur dan investor, dengan SR pemilik UKM dapat mengetahui pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) masing-masing, sekaligus mengetahui pemakaian energi UKM per satuan produk atau jasa yang dihasilkan dan memitigasi risiko supaya operasional menjadi lebih efisien serta terukurnya emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari kegiatan usaha sehingga mendukung inisiatif Pemerintah terkait nationally determined contribution.
Baca Juga: Tak Terima Candaan Yasonna Soal AHY, Santoso Demokrat Ngomong Begini
"Manfaat SR UKM ini bagi pemerintah adalah sebagai media pengawasan dan pengukuran pencapaian SDGs perusahaan di bawah Kementrian, memudahkan mitigasi dampak dari perubahan iklim serta menjadi rekam jejak keuangan berkelanjutan dan kinerja Environmental, Social, Governance (ESG)," papar Deni.
"Dengan adanya SSCC ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi banyak pemangku kepentingan baik sumber daya manusia dari SSCC, UKM dan pemerintah Indonesia," imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
