
Kemendikbud
JawaPos.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam menyinggung tentang revolusi 4.0 yang akan membawa perubahan pada dunia kerja. Pasalnya, diprediksi 23 juta lapangan perkerjaan akan hilang dalam 10 tahun ke depan, namun potensi jumlah lapangan pekerjaan yang menggantikan akan lebih banyak.
Oleh karena itu, pendidikan tinggi yang merupakan salah satu tempat penciptaan SDM berkualitas jangan sampai berjalan sendiri. Artinya, harus bersama-sama dengan industri merencanakan kurikulum yang akan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
"Jangan sampai ada mata rantai putus. Perguruan tinggi berjalan ke kiri, teknologi dan dunia usaha dan industri berjalan ke kanan. Ini tidak boleh terjadi dan inilah yang menjadi semangat kampus merdeka dan menjadi revolusi pendidikan kita menjadi pendidikan 4.0," tutur dia dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI secara daring, Rabu (27/1).
Menurut dia, kunci untuk bisa menerobos revolusi 4.0, kuncinya adalah memerdekakan potensi peserta didik. Sebab, mereka lah yang akan mewarisi masa depan Indonesia.
"Tidak bisa mereka kita kekang dengan pola lama. Dengan wawasan yang luas, kompetensi lintas keilmuan jadi sangat penting. Inilah spirit kampus merdeka. Untuk melahirkan potensi-potensi anak-anak kita ini tidak terperangkap dalam ruang sempit dan program-program yang sempit," tuturnya.
Harapannya dengan menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Indonesia dapat menjadi negara maju dengan ekonomi yang tinggi. Sinkronisasi dengan bidang ekonomi akan menjadi hal yang penting untuk mendongkrak Indonesia menjadi negara maju.
"Kampus ini harus nyambung dengan ekonomi dengan kehidupan nyata, pembangunan masyarakat yang maju dan berkeadilan," tambahnya.
"Angka partisipasi pendidikan tinggi ini berisiko, kalau kita buka ekspansi pendidikan tinggi tanpa peningkatan mutu, maka ini akan jadi bom waktu. Jadi akses yang luas pada perguruan tinggi harus akses pada pendidikan perguruan tinggi berkualitas," tandas Nizam. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=p-dec6wtgxE

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
