
PERSIAPAN: Guru SMAN 16 Surabaya Retno Yuniarti (kanan) dan Suhada mengatur jarak kursi di sekolah yang berlokasi di Jalan Prapen itu. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) merilis hasil survei terkait dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta kesiapan guru dalam pembelajaran tatap muka (PTM). Di mana pengumpulan data dilakukan mulai dari 24 sampai 27 November 2020 dengan 320 responden di 100 kabupaten yang berada di 29 provinsi seluruh Indonesia.
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim menjelaskan perihal komponen yang harus disiapkan oleh para guru sebelum PTM dilaksanakan pada Januari 2021. Pertama adalah 90 persen responden meminta adanya protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah.
’’Yang kedua adalah sebanyak 78 persen guru menjawab sosialisasi kepada orang tua dan siswa, karena pemahaman orang tua terhadap SKB 4 menteri ini penting, sebab kita tahu di dalam revisi SKB 4 menteri jilid 3 itu kunci terakhir ada pada perizinan dari orang tua, karena orang tuanya mengizinkan, maka anak bisa PTM kalau orang tuanya tidak mengizinkan, maka anaknya tidak bisa ikut PTM,’’ jelasnya dalam telekonferensi pers Paparan Survei Nasional P2G, Kamis (3/12).
Kemudian, komponen ketiga sebesar 74 persen guru meminta adanya standar operasional prosedur (SOP) yang disiapkan oleh sekolah. Seperti pengaturan jam belajar, shift, jadwal guru, pembagian kelas, pembagian masker, aturan tata terbit protokol kesehatan hingga pengaturan tugas siswa.
Dia pun memberikan contoh opsi yang bisa diadopsi oleh sekolah dalam pembelajaran nanti, yakni murid ada yang belajar di sekolah dan ada juga yang belajar daring. Namun, tentunya hal ini hanya bisa dilakukan apabila infrastruktur jaringan internet mendukung.
’’Bisa saja mereka ikut serta secara paralel ya belajar dari Zoom. Jadi sebagian teman-teman yang mengajar kelas, sisanya belajar lewat Zoom atau lewat daring,’’ tambahnya.
Kemudian, yang diminta untuk dipenuhi oleh sekolah sebesar 71 persen adalah soal kesiapan budaya 3M. Selanjutnya komponen kelima berjumlah 70 persen, kesiapan sarana dan prasarana infrastruktur sekolah yang mendukung PTM, seperti wastafel, hand sanitizer, hingga pembatas antar meja di kelas.
Keenam, 68 persen guru menilai koordinasi dengan semua pemangku kepentingan, seperti dengan komite sekolah, orang tua, dinas pendidikan, dinas kesehatan juga penting. Begitu juga dengan puskesmas setempat, Satpol PP, dinas perhubungan dan lainnya.
’’Komponen ketujuh, 64 persen guru meminta kesiapan segmen sekolah, yayasan dalam menyiapkan semua (8) komponen ini. Yang terakhir adalah kesiapan anggaran 56 persen, ini menjadi sangat vital sebab semua sarana prasarana di atas bergantung kepada pendanaan sekolah,’’ urainya.
Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa mayoritas guru di atas 55 persen menjadikan 8 komponen tersebut sebagai kebutuhan utama sebelum membuka sekolah dalam PTN pada Januari 2021. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=HHWGSRzudo4

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
