Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2020 | 21.25 WIB

Psikolog Sebut Alasan Peserta Didik Sulit Konsultasi Dengan Guru BK

Ilustrasi mahasiwa tengah melakukan kuliah daring. Radar Cirebon - Image

Ilustrasi mahasiwa tengah melakukan kuliah daring. Radar Cirebon

JawaPos.com - Mayoritas anak mengalami depresi di masa pandemi Covid-19. Sebab, peserta didik yang biasanya berinteraksi secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar, kini harus menjalaninya lewat daring dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Alasan mereka frustasi adalah akibat tidak adanya interaksi dengan teman-temannya. Bahkan, keputusasaan itu ditambah lagi dengan tugas yang menumpuk. Hal ini bahkan bisa memicu peserta didik untuk bunuh diri.

Untuk mengatasi hal ini, banyak pihak beranggapan bahwa guru bimbingan konseling (BK) bisa membantu anak dalam mencari solusi yang dibutuhkan. Padahal, bagi anak justru sebaliknya.

Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht mengatakan, anak kurang percaya dengan guru BK, sebab merasa bahwa mereka akan terlibat masalah jika berkonsultasi ke guru BK. Hal itu pun membuat peserta didik enggan untuk melaporkan kesulitannya.

"Kalau untuk guru BK agak sulit memang melakukan konseling online, yang mana anak-anak yang bermasalah tentang sekolah seringkali kurang nyaman berbicara dengan guru BK karena menganggap gurunya adalah bagian dari manajemen sekolah," ungkapnya kepada JawaPos.com, Rabu (4/11).

Sosok yang paling bisa diharapkan untuk mengatasi keterpurukan anak didik tentunya adalah orang tua mereka sendiri. Alexandra mengatakan bahwa orang tua dapat sebagai wadah anak dalam mengeluarkan keluh kesahnya soal sekolah.

"Harapannya orang tua mau menjadi teman cerita. Jangan langsung men-judge ketika anak bilang susah atau capek, seperti 'ah gitu aja gak bisa, temanmu aja bisa'. Supaya mereka pun merasa dipahami dan lebih mudah mendengar masukan dri kita," jelasnya.

Namun, jika anak terlalu tertutup, hal itu bisa diinisiasi dengan membangun kepercayaan dengan obrolan-obrolan ringan sebelum masuk ke inti permasalahan.

"Jadi sebaiknya fokus pada membangun kepercayaan dan kenyamanan si anak dulu sampai si anak mau cerita masalah mereka," tutup dia.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore