
Photo
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan bahwa telah melakukan sosialisasi terkait dengan Asesmen Nasional (AN) yang akan diselenggarakan pada Maret 2021.
’’Kemendikbud juga sudah mulai mensosialisasikan Asesmen Nasional kepada para pemangku kepentingan, baik dipusat maupun daerah,’’ jelas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani kepada JawaPos.com, Selasa (27/10).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi dan mendengar masukan dari berbagai pemangku kepentingan soal penyelenggaraan AN.
’’Kemendikbud juga berkoordinasi dengan Pemda, Kemenag untuk pelaksanaan Asesmen Nasional termasuk penyiapan infrastruktur pendukung. Kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia, kantor wilayah, kepala LPMP/BP-Pauddikmas juga,’’ ucap Evy.
Sosialisasi tentang AN juga telah dilakukan dari berbagai media sosial yang dimiliki Kemendikbud. Mulai dari Instagram hingga YouTube yang bisa langsung dicari oleh para pihak terkait. Hal ini pun akan terus dilakukan untuk memberikan pemahaman yang baik tentang AN.
’’Sosialisasi sudah dimulai dan masih terus berlangsung. Target untuk mendiseminasikan kebijakan dan memberikan pemahaman," imbuh dia.
Terakhir, Evy menambahkan bahwa tujuan dari AN tahun 2021 adalah agar pemerintah mendapatkan peta kualitas pendidikan yang nyata di lapangan untuk menjadi dasar upaya peningkatan kualitas pendidikan. Di mana setelahnya hal itu akan menjadi tolak ukur, untuk kembali dilakukan AN di tahun 2022. Para orang tua murid pun diminta untuk tidak khawatir dalam memasukkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar (bimbel).
’’Sangat penting dipahami terutama oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua bahwa AN untuk tahun 2021 tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri,’’ tutupnya.
Seperti diketahui, banyak pihak yang mengaku belum mendapatkan sosialisasi AN. Hal ini disampaikan oleh Satriwan Salim, Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) mengatakan bahwa sosialisasi itu belum ada sama sekali. Pasalnya, sampai saat ini masih belum ada beleid yang mengatur sosialisasi perihal AN, begitu juga dengan naskah akademiknya.
’’Secara resmi belum ada (sosialisasi), sebab dinas pendidikan (disdik) juga belum bisa sosialisasi, Permendikbudnya juga belum ada,’’ ungkapnya dalam siaran YouTube Pendidikan VOX Point, Minggu (25/10).
Begitu juga dengan Kepala Bidang SMP SMA Disdik DKI Jakarta Muhamad Husin pun mengungkapkan perihal kenapa pihaknya belum kunjung melakukan sosialisasi kepada para satuan pendidikan, yakni karena belum ada petunjuk teknis (juknis). Dia juga memperkirakan ada kendala teknis dalam mempersiapkan AN. ’’Sepertinya, kendalanya ini teknis. Selain juknisnya belum ada, jadi makanya saya belum bisa mensosialisasikan (AN) saya dasarnya apa mensosialisasikan," tutur dia. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=swICYjl9_bc&ab_channel=jawapostvofficial

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
