
EFEK PANDEMI: Seorang siswa kelas X SMA mengikuti penilaian tengah semester (PTS) secara online di rumahnya, Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (13/4). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Tak sampai sebulan, ratusan pengaduan masuk ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ). Beban penugasan sekolah yang jadi keluhan.
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyatakan, 213 pengaduan tentang PJJ yang mengalir sejak 16 Maret hingga 9 April tersebut telah dianalisis tim pengaduan KPAI. Ada beberapa hal yang jadi sorotan.
Pertama, penugasan yang dinilai berat dan waktu pengerjaan yang pendek. ”Ada siswa SMP yang pada hari kedua PJJ sudah mengerjakan 250 soal dari gurunya. Ada siswa SD di Bekasi yang diminta mengarang lagu tentang korona,” ucap Retno kemarin (13/4) saat telekonferensi.
Selain itu, ada keluhan mengenai tugas merangkum buku. Ada juga sekolah yang memberlakukan pembelajaran disamakan dengan jam belajar di sekolah. Keluarga yang mendapat upah harian juga merasa kesulitan membeli kuota internet untuk pembelajaran daring.
KPAI juga menemukan kejenuhan dalam menjalankan PJJ. Hal itu tidak hanya diakui siswa, tapi juga guru. Retno merekomendasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) untuk segera menetapkan kurikulum dalam situasi darurat. KPAI juga akan membentuk tim pengkajian seiring perpanjangan masa belajar jarak jauh akibat pandemi Covid-19. Perpanjangan waktu itu diperkirakan hingga kenaikan kelas tahun pelajaran 2019-2020 pada akhir Juni.
”Tim tersebut akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait PJJ dan ujian kenaikan kelas.”
Masalah pemberian tugas yang terlalu menumpuk itu diakui Direktur GTK Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Praptono sempat terjadi. Sebab, sebagian guru masih terpaku pada penuntasan isi kurikulum.
”Itu yang kemudian menyebabkan penugasan-penugasan yang diberikan kepada peserta didik menjadi sangat banyak.”
Padahal, lanjut dia, dalam kondisi saat ini hal itu bukan tuntutan utama. Yang ditekankan, bagaimana kegiatan belajar-mengajar bisa lebih efektif. Misalnya dengan project base learning. Pihaknya juga telah menyosialisasikan hal itu kepada para guru.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vWO0EA8RaV4
https://www.youtube.com/watch?v=_KsJbJKfRz8
https://www.youtube.com/watch?v=5zSqxfCX3yQ

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
