
INOVASI: Fi-Mact (Fish metal reducer system), sebuah alat penurun kadar logam berat pada ikan.
JawaPos.com - Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya membuat inovasi sebuah alat penurun kadar logam berat pada ikan. Inovasi yang diberi nama Fi-Mact (Fish metal reducer system) tersebut merupakan alat post harvest treatment pada ikan sebagai upaya mewujudkan keamanan hasil maritim Indonesia.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Tri Wahyu Perdana, Annisa Aurora Kartika, dan Muhammad Alwy. Tri Wahyu mengatakan, Fi-Mact merupakan alat yang sangat praktis dan murah karena dalam prosesnya menggunakan air aquades dan metode elektrokoagulasi.
Tri menerangkan, inovasi ini tercipta karena melihat permasalahan pencemaran ikan di Indonesia. Menurutnya, ikan di Indonesia adalah komoditi yang sangat sering dikonsumsi masyarakat Indonesia baik masyarakat pesisir maupun pegunungan. Namun, di beberapa tempat terdapat kasus pencemaran logam berat pada perairan di Indonesia, yang mengakibatkan biota seperti ikan terkena dampaknya.
Padahal, lanjut dia, ikan yang mengandung logam berat sangat membahayakan bagi orang yang mengkonsumsinya. Dia mengatakan, sejauh ini proses pengolahan ikan yang mengandung logam berat yaitu dengan proses perendaman dengan larutan asam. Namun, dengan proses perendaman asam masih mempunyai banyak kelemahan seperti perubahan tekstur, warna, dan rasa dari ikan yang diolah.
"Selain itu, terkadang ikan yang mengandung kadar logam sering dibuang begitu saja karena keterbatasan dana dalam pengolahannya," terangnya. Padahal, kata dia, dari ikan sendiri terdapat kandungan yang sangat penting yang dapat berguna bagi tubuh, seperti asam lemak esensial yang sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel otak untuk meningkatkan tingkat intelegensi manusia.
Oleh karena itu, pihaknya memilih untuk menggunakan air aquades dalam perendaman ikan. Tri mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, perendaman dengan aquades dapat menurunkan kadar logam Cd mencapai 80 persen dan logam Pb mencapai 74,4 persen. Dia menambahkan, dengan menggunakan aquades, perubahan fisik pada ikan pada saat perendaman dapat diminimalisir. "Sehingga menjadikan ikan masih fresh dan masih enak jika dikonsumsi dibanding dengan perendaman menggunakan asam," ujarnya.
Oleh karena itu, dengan adanya alat Fi-Mact ini, diharapkan kedepannya dapat berguna dan dapat meminimalisir kasus-kasus yang disebabkan oleh cemaran logam berat di Indonesia. "Dan tentunya dapat membantu meningkatkan keamanan pangan Indonesia," pungkasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
