
PANUTAN: Dari kiri Arya Sultan Rasyid, Tiara Tritanti Taruna SMKN 1 Surabaya membantu calon siswa Sarmila beserta kerabatnya Sanah saat mengambil pin PPDB. Taruna selain sebagai mendisiplinkan siswa serta PBB taruna juga membantu tamu saat even tertentu.
Guru killer maupun peraturan ketat belum tentu menegakkan disiplin. Siswa bisa langsung dilibatkan sebagai komisi disiplin. Itulah salah satu tugas peserta ekstrakurikuler Taruna Siswa SMKN 1 Surabaya.
SEBAGAI sekolah kejuruan, SMKN 1 tidak menyelipkan kemiliteran. Tentu, keberadaan ekskul taruna siswa memberi warna tersendiri. Apalagi, para anggota dilengkapi seragam bak taruna-taruni. Ditambah, badan tegap dan kelihaian menguasai peraturan baris-berbaris (PBB). Mereka persis dengan para siswa sekolah berbasis militer.
Pembentukan taruna siswa berawal dari ide Kepala SMKN 1 Bahrun. Kedisiplinan wajib dimiliki siswa kejuruan saat lulus. ”Disiplin ini harus ada saat mereka di lingkungan kerja,” ungkapnya.
Meski demikian, Bahrun punya skenario lain. Dia menginginkan kedisiplinan itu lahir dari kemandirian siswa. Salah satunya jika sesama siswa bisa saling mengingatkan. ”Nah, taruna siswa ini yang bertugas mendisiplinkan teman-temannya,” terangnya.
Dia menambahkan, tidak sembarang siswa bisa bergabung dalam ekskul tersebut. Mereka harus lulus serangkaian tes. Banyak yang berminat, tapi pihak sekolah harus memilih yang paling tepat. Sebab, misi ekskul keren itu adalah menegakkan kedisiplinan.
Pada ekskul tersebut, sudah ada dua angkatan. Setiap angkatan beranggota sekitar 40 siswa. Jumlah tersebut dibagi lagi menjadi dua peleton. Setiap peleton dipimpin komandan selama periode tertentu.
Arya Sulthan Rasyid, siswa kelas X, adalah salah seorang komandan. Seperti biasa, setiap minggu mereka berlatih PBB. Lengkap dengan seragam, para taruna mempraktikkan gerakan-gerakan dasar PBB. Misalnya, sikap sempurna, istirahat di tempat, lencang kanan, lencang kiri, serta hormat. Tak ketinggalan, periksa kerapian dan balik kanan. Semua bergerak kompak berdasar aba-aba dari siswa jurusan rekayasa perangkat lunak tersebut.
Bagi Arya, menjadi taruna memotivasi diri untuk bisa lebih disiplin. ”Apalagi, tugas kami mengingatkan anak-anak yang keluar saat jam pelajaran. Atau, kalau seragamnya tidak rapi,” beber anggota pasukan pengibar bendera tersebut.
Hal serupa diungkapkan Komandan Peleton 2 Tiara Tri Tanti. Taruna siswa, kata dia, tidak hanya mengedepankan latihan fisik ataupun PBB. ”Kemampuan komunikasi juga harus baik,” imbuhnya.
Tiara mengungkapkan, tidak gampang mengingatkan sesama teman tentang kedisiplinan. ”Terkadang ada yang tidak menurut. Nah, itu harus tetap kami dekati dan beri tahu,” ujar siswi jurusan administrasi perkantoran tersebut.
Bukan hanya itu. Menurut Tiara, masih ada tugas lain yang harus diemban taruna. Misalnya, membantu acara seremonial sekolah. Itu berarti para taruna menjadi cerminan siswa sekolah tersebut di hadapan para tamu. (kik/c7/nda)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
