Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 16.14 WIB

Orang Malas dan Menjadi Sangat Disiplin Sering Mempraktikkan 10 Kebiasaan Sederhana Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mulai menjadi sangat disiplin. (Freepik/musefoto) - Image

seseorang yang mulai menjadi sangat disiplin. (Freepik/musefoto)



JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa disiplin adalah sifat bawaan—entah kamu memilikinya atau tidak. Namun, psikologi modern menunjukkan hal yang berbeda: disiplin adalah keterampilan yang bisa dilatih. Bahkan, banyak orang yang dulunya sangat malas justru berhasil menjadi sangat disiplin dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan kecil secara konsisten.

Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. Mereka tidak tiba-tiba menjadi “super produktif”, melainkan membangun sistem sederhana yang perlahan mengubah cara berpikir dan bertindak mereka.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 kebiasaan sederhana yang sering dipraktikkan oleh orang-orang yang berhasil bertransformasi dari malas menjadi sangat disiplin.

1. Memulai dari Hal yang Sangat Kecil

Alih-alih langsung membuat target besar, mereka mulai dari sesuatu yang hampir terlalu mudah untuk gagal.

Misalnya:

Bukan “olahraga 1 jam”, tapi “olahraga 5 menit”
Bukan “belajar 3 jam”, tapi “buka buku 1 halaman”

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai habit shaping. Otak lebih mudah menerima perubahan kecil dibanding perubahan drastis.

2. Mengandalkan Sistem, Bukan Motivasi

Orang yang disiplin tidak menunggu mood datang. Mereka menciptakan sistem.

Contoh:

Jam bangun tetap setiap hari
Jadwal kerja yang konsisten
Rutinitas sebelum tidur

Motivasi itu fluktuatif, tapi sistem menciptakan stabilitas perilaku.

3. Mengurangi Friksi (Hambatan)

Mereka membuat kebiasaan baik menjadi lebih mudah dilakukan, dan kebiasaan buruk menjadi lebih sulit.

Contoh:

Menaruh sepatu olahraga di dekat tempat tidur
Menghapus aplikasi yang mengganggu
Menyiapkan meja kerja dari malam sebelumnya

Prinsip ini disebut behavioral design—mengatur lingkungan untuk mendukung perilaku yang diinginkan.

4. Fokus pada Identitas, Bukan Hasil

Alih-alih berkata, “Saya ingin sukses,” mereka berkata, “Saya adalah orang yang disiplin.”

Perubahan identitas ini penting karena:

Perilaku mengikuti identitas
Otak cenderung konsisten dengan citra diri

Jadi setiap tindakan kecil memperkuat identitas baru tersebut.

5. Menggunakan Aturan 2 Menit

Jika sesuatu bisa dilakukan dalam 2 menit, mereka langsung melakukannya.

Contoh:

Membalas pesan penting
Merapikan meja
Membuka tugas yang tertunda

Ini membantu melawan prokrastinasi, yang sering kali muncul karena tugas terasa “terlalu besar”.

6. Tidak Mengandalkan Kesempurnaan

Orang disiplin tidak menunggu kondisi ideal.

Mereka tetap bertindak meskipun:

Sedang tidak mood
Hasilnya belum sempurna
Energi sedang rendah

Dalam psikologi, ini disebut imperfect action, yaitu tetap bergerak meskipun tidak sempurna.

7. Konsisten, Bukan Intens

Mereka lebih memilih:

20 menit setiap hari daripada 3 jam sekali seminggu

Konsistensi membangun jalur saraf di otak (neural pathways) yang memperkuat kebiasaan.

8. Memonitor Kemajuan Secara Sederhana

Mereka melacak kebiasaan mereka, tapi tidak berlebihan.

Contoh:

Checklist harian
Tanda centang di kalender
Aplikasi habit tracker

Melihat progres kecil memberi dorongan dopamin yang memperkuat perilaku.

9. Memaafkan Diri Saat Gagal

Orang yang berhasil berubah tidak berhenti hanya karena satu kesalahan.

Mereka memahami bahwa:

Kegagalan adalah bagian dari proses
Yang penting adalah kembali ke jalur secepat mungkin

Dalam psikologi, ini disebut self-compassion, yang terbukti meningkatkan konsistensi jangka panjang.

10. Mengaitkan Kebiasaan dengan Rutinitas Lama

Mereka menempelkan kebiasaan baru ke kebiasaan yang sudah ada.

Contoh:

Setelah sikat gigi → langsung meditasi 2 menit
Setelah minum kopi → mulai kerja

Teknik ini dikenal sebagai habit stacking.

Penutup

Menjadi disiplin bukan tentang berubah menjadi orang yang “sempurna” atau “super rajin” secara tiba-tiba. Justru sebaliknya—ini tentang melakukan hal-hal kecil dengan konsisten, bahkan ketika tidak terasa menyenangkan.

Orang yang dulunya malas tidak berubah karena motivasi besar, tetapi karena kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang hingga menjadi bagian dari diri mereka.

Jika kamu ingin mulai berubah, tidak perlu langsung melakukan semuanya. Pilih satu atau dua kebiasaan dari daftar ini, lakukan setiap hari, dan biarkan waktu yang membentuk disiplinmu.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore