
KUDAPAN: Dari kiri, Sherly Tan, Desiree Polar, dan Intan Alkistasari menjajakan Vietnamese rolls dari buah dan sayuran organik Rabu (14/6) di Plaza Universitas Ciputra.
JawaPos.com – Para mahasiswa Universitas Ciputra (UC) dari berbagai jurusan unjuk karya Rabu (14/6). Total ada 253 model bisnis yang dipamerkan di Plaza Universitas Ciputra.
Dana Aulia Rahman, misalnya. Mahasiswa semester IIinternational business management (IBM) itu membuat model bisnis berupa rajutan. Mengusung nama Radjoet Surabaya, dia membuatnya bersama Muchlis Abdullah dan Taisir Falah.
Dana menyebutkan, segmen yang disasar adalah kelas premium. Karena itu, dia berencana membuat produk berkualitas A. ”Biasanya, setelah dicuci, kain rajut mudah mbrodol.Kami tidak ingin seperti itu,” katanya.
Agar kualitas terjaga, bahan rajut akan didatangkan dari Spanyol. Yang menarik, ada unsur sosial dalam model bisnis yang dibuat. ”Ibu-ibu yang mungkin kurang produktif di rumah bisa diberdayakan,” ujarnya. Dia terinspirasi membuat rajutan untuk memberikan kehangatan. Dia ingin memasarkan produknya ke luar negeri, terutama negara-negara empat musim.
Selain Radjoet Surabaya, bisnis model makanan dipamerkan. Misalnya, High-5 yang menyajikan menu Vietnamese rolls.Produk yang digagas Intan Alkistasari, Desiree Polar, dan Sherly Tan tersebut terbuat dari paduan buah dan sayuran segar yang menyehatkan.
Menurut Maureen Nuradhi,koordinator mata kuliah entrepreneurship 2 (E2), fokus untuk mahasiswa semester II adalah bisnis model, bukanpengembangan produk. Sebagai langkah awal, bisnis model mereka harus unik dan bersaing. Karena itu, mahasiswa perlu merancang produk yang oke. ”Value-nya, tahu channel jualnya, targetnya, butuh siapa saja, partnernya siapa,” paparnya.
Total ada 253 bisnis model yang dipamerkan dalam rangka ujian akhir semester (UAS). Dari jumlah tersebut, terdapat 46 bisnis model yang masuk nominasi alias terbaik di kelasnya. Yakni, 19 bisnis model makanan dan 27 bisnis model non makanan. ”Ini untuk mahasiswa semester II. Nanti bisa dilanjut, level lebih tinggi dengan bisnis yang sama,” terangnya.
Para mahasiswa juga menyajikan bisnis model kanvas. Bentuknya berupa papan yang menyajikan sembilan poin tentang produk yang digagas. Yakni, nilai produk atau nilai layanan, target konsumen, koneksi, customer relationship, metode pembayaran, struktur pembiayaan, key activities, sumber daya, dan partner. Ada pula yang menambahkan dampak sosial dan inovasi.
Melalui mata kuliah E2, para mahasiswa dapat mencari permasalahan nyata yang ada di lapangan. Mereka juga bisa memilih salah satu permasalahan, kemudian melanjutkan dengan riset pasar tentang potensinya. Yang tidak kalah penting adalah mencari SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) para pesaing.
Febe Yuanita yang juga koordinator mata kuliah E2 menambahkan, melalui mata kuliah itu, mahasiswa dibentuk agar bisa mendesain model bisnis yang pas. ”Yang sesuai pendapat dan masalah nyata di lapangan,” katanya. (puj/c18/nda)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022