Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2017 | 15.36 WIB

Hari Pertama UNBK SMP, Lancar dengan Gangguan Kecil

TINGKATKAN KUALITAS: Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tiga dari kanan) ditemani Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin saat meninjau produk unggulan siswa SMKN 5. Para siswa itu memamerkan karya motor bertenaga listrik bernama SAIGE - Image

TINGKATKAN KUALITAS: Gubernur Jawa Timur Soekarwo (tiga dari kanan) ditemani Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin saat meninjau produk unggulan siswa SMKN 5. Para siswa itu memamerkan karya motor bertenaga listrik bernama SAIGE


JawaPos.com – Sejumlah persoalan kecil mewarnai hari pertama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP sederajat Selasa (2/5). Di antaranya, gangguan pada server, jaringan yang trouble, hingga listrik mati. Akibatnya, sejumlah siswa harus menyesuaikan sesi ujiannya. Meski begitu, UNBK di sebagian besar sekolah berjalan dengan lancar.



Kepala SMPN 1 Titik Sudarti bersyukur lantaran ujian berlangsung dengan baik. Tidak ada kendala selama pelaksanaan ujian. Sebanyak 355 siswa juga hadir mengikuti UNBK, mulai sesi pertama hingga sesi ketiga. Para siswa pad hari itu melaksanakan ujian bahasa Indonesia.



Hal yang sama terjadi di SMPN 11. Tidak ditemui kendala selama ujian berlangsung. Sebanyak 120 komputer klien yang digunakan 355 siswa selama tiga sesi berfungsi dengan baik. Demikian juga tiga komputer server dan satu server cadangan. ”Semuanya aman. Ujian juga lancar,” ujar Kepala SMPN 11 M. Masykur.



Para siswa juga sudah dibiasakan untuk ujian berbasis komputer. Mulai ujian sekolah, tryout, maupun ujian akhir semester (UAS). ”Semuanya pakai komputer. Siswa sudah terbiasa,” tuturnya. Termasuk ketika ada trouble atau permasalahan teknis selama ujian, para siswa dibiasakan untuk tidak mudah panik.



Meski di SMPN 11 lancar, laki-laki yang juga pelaksana tugas (Plt) kepala SMPN 27 itu mengakui sempat terjadi listrik mati. Kejadian di SMPN 27 itu praktis berimbas pada siswa yang melaksanakan ujian di sesi kedua. ”Sesinya sudah jalan hampir 30 menit. Tiba-tiba listrik mati,” katanya.



Namun, itu tidak lama. Tidak sampai 10 menit. Para siswa yang sempat panik ditenangkan oleh pengawas dan panitia UNBK di sekolah. Pihak sekolah segera melakukan koordinasi. ”Koordinasi ke PLN. Ada yang segera melapor ke dinas pendidikan dan langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.



Untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer, Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya cepat tanggap. Bahkan, ada koordinasi cepat melalui grup media sosial yang terdiri atas berbagai pihak untuk mendukung kelancaran UNBK. Baik proktor, PLN, maupun Telkom.



Meski sempat terjadi gangguan, Masykur menyebut siswa tetap melaksanakan ujian dengan baik. Setelah listrik kembali menyala, komputer juga menyala dan kembali pada soal yang dikerjakan siswa. ”Tidak ada masalah. Sistem tetap running. Jawaban juga tidak hilang. Siswa tidak dirugikan,” tuturnya.



Kendala juga terjadi di SMP Kristen YPBK 1. Kepala SMP Kristen YBPK 1 Erwin Darmogo menyebut, trouble terjadi pada sesi ketiga. Pada ujian sesi pertama hingga sesi kedua, tidak ada masalah, termasuk pada jaringan internet berlangganan. Namun, pada sesi ketiga, salah seorang siswanya mengalami logout otomatis.



Laki-laki yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Timur itu lalu menggunakan modem cadangan. Ujian pun kembali normal. Erwin menyatakan, gangguan tersebut tampaknya juga terjadi di sekolah lain yang menggunakan jaringan internet berlangganan yang sama. Hal itu terpantau dari grup internal media sosial sesama SMP swasta. Karena itu, siswa harus login dan memasukkan token agar bisa kembali mengikuti ujian.



Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan mengakui beberapa kendala yang terjadi selama UNBK hari pertama itu. Menurut dia, secara umum pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar. Hanya, memang ada kendala pada sesi pertama. ”Ada sekolah yang mengalami Windows rusak,” katanya.



Segera dicarikan solusi atas permasalahan itu. Panitia UNBK di tingkat Dinas Pendidikan Surabaya juga sigap membantu dan meminta izin pusat untuk melakukan pendampingan dalam permasalahan tersebut. ”Solusinya menggunakan server baru dari dinas. Disinkronkan dulu, baru bisa jalan,” katanya.



Dampak dari permasalahan itu, jadwal sesi harus menyesuaikan. Para siswa yang ujian pada sesi pertama terpaksa mundur ke sesi kedua. Sesi kedua mundur ke sesi tiga dan sesi ketiga juga mundur menyesuaikan.



Matinya aliran listrik di sekolah kawasan Surabaya Utara, kata Ikhsan, juga langsung ditangani PLN. ”Ada jaringan PLN yang kecantol balon, lalu listriknya mati. Tapi, bisa segera teratasi,” terangnya.



Yang pasti, mantan kepala Bapemas KB Surabaya itu menyatakan, tidak ada siswa yang melaksanakan ujian susulan lantaran persoalan teknis. Meski begitu, siswa yang akan ikut ujian susulan lantaran gangguan nonteknis memang ada. Yakni, siswa yang sakit karena demam berdarah. ”Karena kondisinya kurang baik, bisa berpengaruh pada ujian. Ada jadwal susulan. Jadi, disarankan ikut susulan,” tuturnya.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore