Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Februari 2017 | 02.07 WIB

Aliran Listrik Terputus Lekas Terpantau

MEMONITOR: Rizky Setyawan menciptakan sistem monitoring NH Fuse putus pada gardu distribusi PLN yang berbasis SMS. - Image

MEMONITOR: Rizky Setyawan menciptakan sistem monitoring NH Fuse putus pada gardu distribusi PLN yang berbasis SMS.

JawaPos.com – Saat listrik padam tidak semua warga berinisiatif melapor ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jika dalam satu area tidak ada yang melapor, warga harus siap-siap hidup dalam kegelapan hingga PLN menyadari bahwa ada sistem distribusinya yang terputus. Bisa jadi, peristiwa tersebut memakan waktu berjam-jam.


Untuk mengatasi masalah itu, Rizky Setyawan menciptakan alat khusus. Yakni, sistem monitoring NH Fuse putus pada gardu distribusi PLN yang berbasis SMS. Dengan sistem tersebut, PLN bisa mendapatkan informasi dengan cepat jika ada NH Fuse yang terputus.


Penelitian itu dilakukan Rizky untuk memenuhi tugas akhir kuliahnya di jurusan Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag). Dia mendapatkan ide dari pengalaman di kampung halamannya, Mojokerto. ’’Di sana tidak seperti di Surabaya yang rata-rata orang langsung telepon PLN kalau ada gangguan, jadi tidak cepat tertangani,’’ tuturnya.


Ketika ada NH Fuse yang terputus, sistem akan mengirimkan sinyal berupa SMS kepada petugas PLN. Saat mengetahui distribusi terhambat, petugas bisa segera memperbaiki kerusakan.


Cara kerjanya, saat NH Fuse terputus, tegangan dan arus akan hilang. Kemudian, perangkat arduino di dalam gardu akan mengirimkan sinyal berupa SMS. Selain itu, terlihat tampilan di LCD monitor. LCD tersebut berfungsi menampilkan sementara arus yang terukur oleh sensor arus.


Lebih lanjut mahasiswa kelahiran 3 Desember 1991 tersebut menjelaskan, secara garis besar sistemnya terdiri atas beberapa bagian. Yaitu, unit sensor arus ACS712, sistem mikrokontroler Arduino Uno, penampil LCD karakter 16x2, dan modem sebagai pengirim data instruksi. Sistem itu bisa berjalan sesuai dengan harapan karena dilengkapi sensor arus dan tampilan LCD karakter 16x2. ’’Yang paling penting menggunakan modem GSM sebagai alat komunikasi data ke penerima informasi,’’ jelasnya.


Mahasiswa angkatan 2012 itu menuturkan, persentase terputusnya aliran listrik paling dominan di sisi tegangan rendah 220–380 V. Salah satu penyebab terputusnya aliran listrik, menurut Rizky, adalah kelebihan beban atau adanya gangguan pada jaringan tegangan rendah. Jadi, energi listrik ke pelanggan tidak tersalurkan.



Selama ini gangguan NH Fuse putus masih dimonitor secara manual. Akibatnya, pelaporan kurang efektif. Dengan adanya penemuan tersebut, Rizky berharap kinerja PLN bisa lebih maksimal dan pelayanan kepada masyarakat pun terpenuhi. ’’Secara keseluruhan alat ini telah berfungsi sebagaimana yang diharapkan untuk memonitor dan memberikan informasi ketika NH Fuse terputus,’’ paparnya. (ant/c15/nda/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore