Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 03.18 WIB

SMA di Nganjuk Belum Siap Ikut UNBK

LATIHAN UJIAN: Siswa SMKN 1 Nganjuk mengoperasikan komputer dan laptop di laboratorium. Dalam unas tahun ini, mereka akan mengikuti UNBK. - Image

LATIHAN UJIAN: Siswa SMKN 1 Nganjuk mengoperasikan komputer dan laptop di laboratorium. Dalam unas tahun ini, mereka akan mengikuti UNBK.


JawaPos.com- Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemprov Jatim sudah memutuskan seluruh SMA/SMK menjadi penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Namun, di Kabupaten Nganjuk, baru SMK yang bisa memenuhi kewajiban itu.



SMA yang belum siap akan meminjam ruangan di SMK. Untuk persiapan pelaksanaan UNBK, Cabang Dispendik (Cabdispendik) Nganjuk akan memetakan sekolah yang bekerja sama dalam pelaksanaan unas computer based test (CBT) atau online.



Kepala Cabdisdik Nganjuk Adi Prayitno memastikan seluruh SMK tidak terkendala dengan sarana dan prasarana (sarpras) menjadi penyelenggara UNBK. Mereka bisa menyelenggarakannya. ’’Sebanyak 51 sekolah (SMK, Red) sudah siap,’’ jelas Adi.



Sementara itu, untuk SMA, belum semua sekolah siap. Berbeda dengan SMK, sebagian besar SMA belum memiliki sarana komputer yang memadai. Selain itu, jumlahnya kurang dari yang disyaratkan. Yakni, sepertiga dari jumlah peserta unas di sekolah.



Dari 25 SMA, hanya lima sekolah yang sudah dinyatakan layak menjadi penyelenggara UNBK. Artinya, masih ada 20 sekolah yang belum memenuhi syarat. ’’Jumlah komputer di SMA memang lebih minim,’’ kata mantan kepala SMAN 3 Nganjuk tersebut.



Meski begitu, sebelum pelaksanaan unas SMA pada 10–13 April, Adi menargetkan jumlah SMA penyelenggara UNBK terus bertambah. Dia mematok target 60 persen sekolah siap menggelar unas online.



Optimisme itu bukan tanpa dasar. Adi menjelaskan, saat ini SMA mengajukan bantuan ke pemprov berupa komputer. Meski belum mengetahui jatah komputer tiap sekolah, Adi menyebutkan, pemerintah pusat menyediakan sekitar 80 ribu komputer. ’’Nanti, dibagi secara merata ke sekolah-sekolah di daerah,’’ ungkapnya.



Selain mengandalkan bantuan dari pemprov, sebagian sekolah melakukan pengadaan sendiri. Anggarannya diambilkan dari pengalihan dana infrastruktur. ’’Jadi, misalnya, ada sekolah yang mau bangun UKS (usaha kesehatan sekolah). Pembangunannya bisa ditunda dulu. Uangnya digunakan untuk membeli komputer,’’ ucap pendidik asal Rejoso tersebut.



Secara lebih jauh, Adi mengungkapkan, SMA yang belum siap akan memakai ruang di SMK. Jadwal pelaksanaan unas SMA dan SMK tidak sama. Unas SMK dilaksanakan lebih dulu, yaitu pada 2–6 April. ’’Setelah itu, baru SMA. Mereka (SMA, Red) bisa meminjam ruangan,’’ ujarnya.



Terkait dengan teknisnya, Adi menuturkan, pihaknya mengelompokkan SMA dan SMK yang terdekat. Karena itu, SMA yang belum siap dapat menggunakan ruangan SMK yang paling dekat dengan sekolah tersebut. ’’Kami masih memetakan sekolah yang terdekat. Satu SMK untuk satu SMA, bisa lebih jika jumlah siswa (SMA, Red) sedikit,’’ tuturnya.



Sementara itu, Wakakurikulum SMK PGRI 1 Nganjuk Puji Maryanto menyatakan, sekolahnya siap menjadi penyelenggara UNBK. Sekolah tersebut sudah menyiapkan empat ruangan. Ada 40 komputer dalam satu ruangan. Total, ada 160 komputer. ’’Di setiap ruangan, kami juga menyediakan tiga komputer cadangan,’’ jelasnya.



Mengenai kebijakan peminjaman ruangan, Puji juga menyatakan siap. Namun, hingga sekarang, pihak sekolah belum mengetahui SMA mana yang akan meminjam ruangan CBT SMK PGRI 1 Nganjuk. ’’Kami bisa menjadi sekolah penyelenggara unas SMA,’’ katanya. (baz/ut/c23/diq)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore