JawaPos Radar

Khofifah Optimistis Mahasiswa Unair Jadi Pelopor Revolusi Industri 4.0

11/08/2018, 23:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa saat acara penutupan PK2 Maba Unair, Sabtu (11/8) (dok. Humas Unair)
Share this

JawaPos.com - Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa menyapa almamaternya, Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (11/8). Dia menjadi pembicara penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) mahasiswa baru.

Pada kesempatan itu, Khofifah mendorong agar Unair bisa menjadi lokomotif penggerak revolusi industri 4.0. Dia yakin, fakultas maupun program studi di Unair sudah mencukupi kualifikasi yang dibutuhkan untuk menghadapi revolusi tersebut.

Menurutnya, nama Unair sudah dipandang di level internasional. "Saya ingin Unair jadi lokomotif revolusi industri 4.0. Kita punya tanggung jawab besar untuk menjadikan Unair menjadi 500 besar kampus kelas dunia," ungkap Khofiah.

Perempuan yang merupakan alumnus Fakuktas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unair itu melanjutkan, saat ini Indonesia masih berada di revolusi industri 3.0. Butuh perjuangan ekstra untuk mencapai industri 4.0. "Kalau diterapkan, ekonomi digital akan memudahkan konektivitas seluruh layanan," lanjutnya.

Sebagai gubernur terpilih, Khofifah juga akan mempunyai program yang bisa bersinergi untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. "Kita bisa pastikan bisa monitoring seluruh program dan menyiapkan quick respons jika ada masalah. Di beberapa titik kita pastikan bahwa di situlah transparansi akan berseiring," tambah perempuan kelahiran Surabaya itu.

Revolusi industri 4.0 sangat penting bagi transparansi akuntabilitas percepatan layanan. Salah satunya untuk efisiensi dan efektivitas program. "Fakultas dan prodi di Airlangga bisa memenuhi klasifikasi yang dibutuhkan," pungkasnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up