JawaPos Radar | Iklan Jitu

Selama Ramadan, UGM Diterpa Dua Isu Radikalisme

Dua Dosen Diproses

09 Juni 2018, 14:50:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
UGM
ILUSTRASI: 2 kasus paham radikal muncul selama Ramadan ini di UGM (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta belakangan menjadi sorotan publik. Kampus ternama di Kota Gudeg tersebut disorot lantaran adanya dugaan bibit-bibit radikalisme yang tengah berkembang di lingkungan kampus.

Awal bulan Ramadan lalu, juru bicara (jubir) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menjadi penceramah di masjid kampus. Ia sebagai alumni dari diundang oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jama'ah Shalahuddin (JS).

Untuk memberikan wawasan dan pengalaman saat ia dulu masih menjadi anggota dari UKM tersebut. Kemudian beberapa hari belakangan, muncul 2 dosen aktif yang diduga menolak Pancasila sebagai ideologi negara.

"Kemarin (Jumat) masih diduga, selanjutnya kita tunggu besok," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Aryani, Sabtu (9/6).

Kedua dosen itu sudah bertemu dengan pimpinan UGM untuk diajak dialog. Saat ini, prosesnya saat sampai di Dewan Kehormatan Universitas (DKU). Rekomendasi apa yang keluar nanti akan menjadi bahan pertimbangan menentukan nasibnya. "Saat ini sementara dinonaktifkan," ucapnya.

Dalam upayanya menangkal paham-paham radikalisme yang masuk ke kampus, pihaknya pun mengaku sudah sejak lama melakukannya. Seperti dengan melalui kelompok-kelompok kerja (Pokja) atau yang lainnya.

"Ini sudah sejak lama dilakukan oleh UGM termasuk di dalamnya penguatan mata kuliah Pancasila, membentuk tim pokja untuk mengatasi radikalisme dan lain," ucapnya.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono enggan untuk memberikan tanggapan atas munculnya isu yang sedang berkembang di masyarakat ini. "Silakan konfirmasi ke Humas sana," katanya singkat.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up