
Peluncuran LTMPT di Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (4/1).
JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengubah mekanisme sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui SBMPTN dan SNMPTN tahun ini. Tujuannya, yakni guna menjaring calon mahasiswa dengan potensi terbaik.
Menristekdikti M. Nasir mengatakan, penerimaan mahasiswa baru mulai periode ini melalui SBMPTN dan SNMPTN tak lagi lewat panitia lokasi (panlok). Melainkan dilaksanakan oleh lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT).
Kata Nasir, langkah ini diambil guna menyederhanakan proses. Caranya, dengan pembentukan LTMPT. "Dulu SBMPTN kan panitianya berganti-ganti. Ini sangat menyulitkan,” katanya usai peluncuran LTMPT di Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (4/1).
Dari segi tes masuk, bedanya kalau dulu calon mahasiswa usai mendaftar dan ikut seleksi harus menunggu pengumuman diterima atau tidaknya. Mulai periode ini, calon mahasiswa wajib tes terlebih dahulu untuk mendaftar di perguruan tinggi.
“Sekarang daftar tes, terus keluar nilai. Nilai inilah yang digunakan untuk mendaftar ke PTN yang dipilih dengan sistem skoring,” terangnya.
Tes berbasis komputer ini terdiri dari tes potensial dan akademik. Dari hasil tes ini bisa diketahui kualitas sumber daya manusia (SDM) tersebut sekaligus pendidikannya. Lantaran, di sini ada proses penjaringan yang lebih optimal.
"Dengan sistem ini bisa dilihat sekolah yang fasilitasnya kurang baik namun siswanya punya potensi baik untuk masuk PTN, kesempatannya sama dengan siswa SMA yang ada di pusat kota atau punya fasilitasnya yang baik,” bebernya.
Ketua LTMPT, Ravik Karsidi melanjutkan, setiap anak punya kesempatan dua kali untuk mendaftar atau mengikuti test masuk. Sekali tes, dibagi menjadi dua sesi untuk pagi dan sore. Sedangkan jadwal pelaksanaannya untuk SNMPTN diselenggarakan mulai 4 sampai 25 Januari.
Agendanya, pengisian dan verifikasi pangakalan data sekolah dan siswa (PDSS). Pendaftarannya, 4 hingga 14 Februari, dan pengumuman akan dilakukan pada 23 Maret.
Sementara untuk SBMPTN, tes masuk dengan ujian tes berbasis komputer (UTBK) pendaftarannya mulai 1 Maret sampai 1 April. Pelaksanaan tes pada 13 April sampai 26 Mei dan pengumumannya 23 April hingga 2 Juni.
Untuk pendaftaran dengan nilai dari hasil test UTBK ini akan diselenggarakan pada 10 sampai 24 Juni, dan pengumuman hasil SBMPTN pada 9 Juli. "Dulu pakai istilah Panlok dan semua PTN bisa menyelenggarakan sendiri dengan total 78 lokasi. Saat ini hanya ada 74 yang siap melaksanakan dan ini akan ditunjuk sebagai tes center," tambahnya.
Untuk kuota nanti ada kapasitas masing-masing pada test centre. Kalau kelebihan bisa pindah hari lain. Untuk informasinya bisa dilihat di www.ltmpt.ac.id.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
