Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Mei 2025 | 19.45 WIB

Majelis Masyayikh dan Kemenag Rancang Standar Mutu Pendidikan Tinggi Pesatren Jenjang Magister dan Doktor

Kegiatan Brainstorming Penyusunan Standar Mutu Pendidikan Pesantren jenjang M2 dan M3 Ma’had Aly oleh Ditjen Pendidikan Islam Kemenag di Tangerang Selatan. (Istimewa) - Image

Kegiatan Brainstorming Penyusunan Standar Mutu Pendidikan Pesantren jenjang M2 dan M3 Ma’had Aly oleh Ditjen Pendidikan Islam Kemenag di Tangerang Selatan. (Istimewa)

JawaPos.com–Majelis Masyayikh menegaskan kembali komitmen dalam mengukuhkan pendidikan pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Hal itu ditandai dengan diselenggarakannya kegiatan Brainstorming Penyusunan Standar Mutu Pendidikan Pesantren jenjang Marhalah Tsaniyah (M2) dan Marhalah Tsalitsah (M3) Ma’had Aly oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, pada 1–3 Mei 2025 di Tangerang Selatan.

Majelis Masyayikh sebagai lembaga mandiri dan independen yang berwenang merumuskan dan menetapkan sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren. Majelis terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pendidikan pesantren melalui penyusunan standar mutu lulusan, kelembagaan, kerangka dasar dan struktur kurikulum Marhalah Tsaniyah (M2) dan Marhalah Tsalitsah (M3) Ma’had Aly.

”Standar mutu M2 dan M3 bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya sistematis untuk memastikan lulusan Ma’had Aly memiliki kedalaman ilmu, ketajaman metodologi, dan kesiapan berkhidmat di tengah masyarakat global yang dinamis. Ini bagian dari tanggung jawab keulamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” Jelas Sekretaris Majelis Masyayikh KH Muhyiddin Khotib.

Kiai Muhyiddin menambahkan, arah utama dari penyusunan standar mutu ini adalah untuk menjaga kesinambungan dan khittah keulamaan. Rancangan standar mutu yang disusun akan mencakup standar pendidikan (tarbiyah), standar karya ilmiah (bahts), standar pengabdian (khidmah) kepada masyarakat dengan tetap memenuhi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta penguatan metodologi akademik dan luaran yang sesuai dengan jenjang keilmuan.

”Penyusunan standar mutu ini bertujuan menetapkan kerangka dasar minimum yang menjamin integritas akademik, kedalaman keilmuan, dan relevansi sosial lulusan Ma’had Aly, bukan untuk menyeragamkan antar lembaga” tambah KH Muhyiddin Khotib.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno menekankan pentingnya menyusun standar nasional pendidikan pesantren yang utuh. Standar mutu nasional untuk Ma’had Aly harus disusun berdasar karakteristik khas pesantren, tidak semata-mata mengikuti standar umum di perguruan tinggi.

Majelis Masyayikh memiliki otoritas penuh dalam penentuan standar mutu pesantren. Kita akan rumuskan ini menjadi regulasi resmi,” tegas Suyitno.

Lebih lanjut, Suyitno menegaskan pentingnya Ma’had Aly memiliki distingsi keilmuan melalui takhassus dan pusat keunggulan.

“Ma’had Aly harus mampu menjawab persoalan global dan tidak menjadi makmum terhadap perkembangan teknologi. Bukan reaktif, justru sebaliknya, responsif dan adaptif,” ujar Suyitno.

Direktur Pesantren Basnang Said menambahkan, keunggulan khas Ma’had Aly tidak dimiliki pendidikan tinggi umum. Keunggulan Ma’had Aly terletak pada kedalaman penguasaan kitab turats, sistem talaqqi, serta sanad keilmuan.

”Ini menjadikannya berbeda dari prodi di PTKIN atau perguruan tinggi umum,” ujar Basnang Said.

Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly, Mahrus menyatakan, pembentukan Tim Taskforce Penyusunan Standar Mutu Ma’had Aly M2 dan M3 merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan dan koordinasi dengan Majelis Masyayikh. Yakni agar jenjang lanjut Ma’had Aly segera diformalkan.

Mahrus menjelaskan, regulasi yang dirumuskan bersama ini tetap berlandaskan pada kaidah dan tradisi keilmuan yang dijaga Majelis Masyayikh sebagai lembaga yang otoritatif dalam penjaminan mutu pendidikan pesantren.

”Kegiatan ini adalah bentuk awal dari kolaborasi intensif antara Kemenag RI, Majelis Masyayikh, Ma’had Aly, asosiasi, dan forum pesantren untuk memastikan keberlangsungan mutu pendidikan yang khas,” tutur Mahrus.

Melalui kolaborasi antara Majelis Masyayikh, Kementerian Agama, dan seluruh pesantren, diharapkan mampu melahirkan generasi ulama yang kokoh dalam tradisi, unggul dalam akademik, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore