Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 00.54 WIB

Mahasiswa ITS Surabaya Ciptakan Desain Jembatan Ramah Lingkungan dan Inovatif untuk Diterapkan di Indonesia

Tim ACE ITS ketika melakukan presentasi rancangan jembatan Jaya Askara pada kompetisi Civil Expo 2024 yang digelar oleh Departemen Teknik Sipil ITS. (Humas ITS)

 
JawaPos.com – Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang bernama ACE berhasil menciptakan desain jembatan inovatif dengan konsep diagonal arch bridge yang belum pernah diterapkan di Indonesia.
 
 
Jembatan yang diberi nama Jaya Askara ini mengusung berbagai teknologi mutakhir dan desain ramah lingkungan untuk mendukung kemajuan infrastruktur di Indonesia.
 
Zaidan Dzaki Prasetya Adi, Ketua Tim ACE ITS, menjelaskan bahwa konsep jembatan ini menggabungkan teknologi dan kearifan lokal, dengan struktur yang sederhana namun mampu menahan beban dengan kuat. "Kami merancang jembatan dengan tujuan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki," kata Zaidan di Surabaya, Senin (16/12).
 
Jembatan sepanjang 200 meter ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk pejalan kaki, seperti pemasangan guardrail roller untuk meredam energi tumbukan, serta suicide barrier dan papan nomor darurat. Selain itu, adanya smart canopy dengan teknologi panel surya memberikan kenyamanan dengan menyediakan energi listrik, Wi-Fi, dan pencahayaan yang memadai.
 
Konsep desain jembatan ini juga menekankan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan, dengan penggunaan material seperti limbah cangkang kerang dan granit pada plat lantai jembatan. "Panel surya ini juga digunakan sebagai sumber energi utama, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dalam proses pembangunan dan pengoperasian jembatan," ujar Zaidan.
 
Jembatan Jaya Askara juga mengintegrasikan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan Structural Health Monitoring System (SHMS). Teknologi BIM digunakan dalam berbagai proses perancangan, seperti pemodelan dan penjadwalan proyek, sementara SHMS menggunakan sensor berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi jembatan secara real-time melalui aplikasi Jaya Siaga.
 
Desain jembatan setinggi 70 meter ini juga mengusung sentuhan kearifan lokal, dengan ornamen dan warna khas suku Betawi, seperti ornamen gigi balang dan batik ondel-ondel pada railing jembatan serta warna merah dan putih pada busur jembatan untuk merepresentasikan kekuatan bangsa Indonesia.
 
Inovasi cemerlang ini telah membawa tim ACE meraih gelar Juara I dan Favorit pada kompetisi Civil Expo 2024 dalam kategori National Bridge Design Competition yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Sipil ITS. Zaidan berharap jembatan Jaya Askara ini dapat menjadi simbol infrastruktur yang inovatif dan berkelanjutan di Indonesia serta menjadi landmark baru bagi bangsa.
 
"Semoga desain jembatan ini dapat menginspirasi pembangunan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan," tutup Zaidan. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore