Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 September 2024 | 02.01 WIB

Peran Ilmuwan Islam dalam Penemuan Etanol, dari Ibnu Sina, Al-Razi hingga Jabbir ibn Hayyan

ILUSTRASI: Etanol. (Pixabay) - Image

ILUSTRASI: Etanol. (Pixabay)

JawaPos.com - Ethyl alcohol dikenal dengan sebutan etanol adalah sejenis alkohol yang bersubstansi cair yang memiliki sifat mudah menguap, mudah terbakar serta tidak memiliki warna.

Etanol merupakan alkohol yang sering digunakan dalam pembuatan bahan bakar, larutan, serta dimasukkan ke dalam produksi minuman.

Sejarah proses pembuatan ethyl alcohol dapat dilacak sampai pada zaman ilmuwan dari masa kuno. Ketika itu pembuatan etanol menggunakan teknik distilasi untuk memisahkan dan menyaring bermacam-macam substansi sampai pada zaman keemasan Islam yang telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam proses pembuatan etanol.

Beberapa ilmuwan penting yang berperan dalam pengembangan etanol. Mulai dari Ibnu Sina, Al-Razi, dan Jabbir Ibn Hayyan.

Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan kelahiran Afshona, Uzbekistan. Dia merupakan salah satu tokoh ilmuwan awal yang mempelajari properti dari zat ethyl alcohol. Dalam bukunya “Al-Qanun fi’l-Tibb” menjelaskan tentang distilasi anggur untuk membuat bentuk konsentrat dari alkohol yang digunakan sebagai disinfektan dan anestesi.

1. Ibnu Sina juga merupakan penemu dari coiled cooling pipe pada abad ke-11. Alat ini membuat tanaman menguap serta mengalir untuk pendinginan yang jauh lebih efektif dari distilasi yang sebelumnya menggunakan straight cooling pipe.

2. Al-Razi merupakan tokoh ilmuwan kelahiran Al-Rayy, Persia. Dia dianggap sebagai tokoh dokter terpenting pada abad pertengahan. Al-Razi memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai bidang, di antaranya adalah medis, alkimia, dan kimia. Al-Razi juga pernah menjabat sebagai direktur rumah sakit di Al-Rayy selama bertahun-tahun. Saat melakukan eksperimen alkimia, Al-Razi menemukan distilasi alkohol dan asam sulfat.

Al-Razi menjelaskan proses penyulingan anggur untuk mendapatkan zat alkohol yang telah terkonstrasi. Alkohol digunakan sebagai pelarut dalam produksi obat-obatan. Cara Al-Razi menemukan etanol dengan pendekatan alkimia yang dilakukannya dengan cara menyuling anggur. Tujuan untuk memisahkan sifatnya yang mengarahkannya kepada penemuan alkohol murni yang dikenal sebagai etanol.

3. Jabbir ibn Hayyan merupakan ilmuwan yang lahir di Tus, Iran. Dia terkenal sebagai “bapak kimia”. Di antara tokoh-tokoh lain yang hidup di zaman yang sama dengannya, Jabbir ibn Hayyan adalah tokoh yang paling terkenal karena kontribusinya pada bidang alkimia dan kimia.

Karya Jabir Ibn Hayyan meletakkan fondasinya bagi kimia modern. Terutama pada bidang penyulingan dan juga pembuatan alkohol yang dapat diminum.

Jabbir ibn Hayyan merupakan tokoh kimia dan alkimia yang membuat kontribusi yang signifikan terhadap studi ethyl alcohol. Dia menulis secara luas mengenai subjek penyulingan serta karya-karyanya yang berpengaruh dalam pengembangan konsep modern alcohol. Salah satu pencampaian pentingnya adalah pembuatan alembic still.

Pengetahuan mengenai penyulingan menyebar sangat cepat sepanjang dunia islam pada masa keemasan islam. Pada saat invansi di eropa yang dilakukan oleh Turki pada abad ke 14-15 M meninggalkan banyak sekali peninggalan di negara yang mereka lalui. Salah satu peninggalannya adalah penyulingan.

Ketiga tokoh tersebut memiliki perbedaan dalam bagaimana cara mereka mempelajari serta menemukan etanol, namun ketiganya memiliki kesamaan yang membuatnya sama-sama dianggap sebagai tokoh penting dalam pengembangan zat etanol.

Proses pembuatan ethyl alcohol atau dikenal sebagai etanol memiliki sejarah yang panjang dengan banyaknya ilmuwan yang berperan. Mereka semua berkontribusi dalam proses pengembangan etanol. Baik dari zaman Jabbir Ibn Hayyan berlanjut kepada Al-Razi hingga sampai pada zaman Ibnu Sina.

Penelitian terhadap etanol yang dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Islam telah memainkan peran pentingnya dalam pengembangan kimia modern dan kesehatan yang mengalami kemajuan setiap saat. Tanpa peran dari mereka, entah seperti apa dunia kimia dan kedokteran modern jadinya. Terutama pada etanol. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore