
Untag Surabaya usung konsep Teknologi untuk Budi Pekerti dalam PKKMB 2024. (Istimewa)
JawaPos.com–Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya) mengusung konsep Teknologi untuk Budi Pekerti dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2024. Dengan harapan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai luhur budi pekerti.
Salah satu bentuk implementasi teknologi dalam PKKMB 2024 yang mendukung pembentukan karakter mahasiswa baru adalah melalui imbauan kreatif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Imbauan tersebut disampaikan melalui video berdurasi 1 menit 26 detik yang ditayangkan di videotron pada 24 Agustus.
Video tersebut menampilkan seorang pantomim, yang berusaha membuang sampah pada tempatnya, tetapi tempat sampah sudah penuh. Akhirnya, pantomim mengambil trash bag dan membuang sampah ke dalamnya.
Pesan dari video ini adalah agar mahasiswa baru selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika tempat sampah penuh, mereka diharapkan menggunakan trash bag yang tersedia di sekitar tempat tersebut.
Alya Risa Salma Muttaqin, salah satu mahasiswa baru dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, menyambut baik penayangan video tersebut.
”Bagus banget, soalnya bisa menyadarkan mahasiswa maupun yang ada di lingkungan kampus agar lebih sadar diri untuk membuang sampah pada tempatnya,” ungkap Alya.
Selain itu, teknologi juga diintegrasikan melalui barcode yang ditempelkan pada box konsumsi para mahasiswa baru. Ketika barcode dipindai, akan muncul informasi mengenai gerakan sadar lingkungan. Konsumsi ini secara khusus diberdayakan universitas sebagai bagian dari upaya hidup sehat dengan gizi seimbang.
Alifah Faujiiah Chintia Maharani, mahasiswa baru dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, menilai bahwa integrasi barcode tersebut sangat membantu dan memudahkan mahasiswa baru dalam memahami cara membuang sampah yang benar.
”Menurut saya, barcode pada box makanan tersebut sangat membantu mahasiswa baru untuk lebih sadar akan kebersihan lingkungan. Jadi kita bisa lebih mudah melihat contoh cara membuang sampah pada tempatnya,” jelas Chintia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022