
Para guru mengakui keunggulan Kurikulum Merdeka. (Istimewa)
JawaPos.com–Suara seorang perempuan parobaya bergetar saat menyampaikan pendapat mengenai Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka yang dicetuskan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim nyata membawa perubahan besar.
Erni Burhanuddin, seorang guru di SMA Negeri 1 Wonomulyo, Sulawesi Barat, mengakui jika kebijakan Nadiem Makarim menerapkan Kurikulum Merdeka terasa menampar karakternya selama ini dalam memberikan pengajaran.
”Terus terang, saya menangis begitu melaksanakan Kurikulum Merdeka. Diri saya merasa ditampar Kurikulum Merdeka. Selama ini saya amat keras dalam mengajari para siswa dengan tujuan mendidik kedisiplinan ke mereka,” ujar Erni.
Erni bercerita, selama ini ketika mengajar dia bersikap amat keras dan tegas tanpa toleransi kepada siswa. Jika ada siswanya yang tidak merampungkan tugas sekolah atau lalai dalam pembelajaran tidak segan dikeluarkan dari dalam kelas.
”Memang mereka patuh tapi dalam hati mungkin saja sakit hati maupun kesal kepada saya. Walaupun tujuannya ingin mendidik kedisiplinan ke siswa tapi saya selama ini tidak pernah peduli dengan perasaan mereka,” ucap Erni.
Namun, begitu Nadiem Makarim menyuguhkan Kurikulum Merdeka untuk diimplementasikan, Erni justru juga menjadi banyak belajar meski dia adalah guru. Kurikulum Merdeka, kata Erni, membuatnya mengubah karakter dan pola mengajar ke siswa tidak seperti sebelumnya.
Erni menuturkan, melalui Kurikulum Merdeka tetap para siswa dididik kedisiplinan namun terarah. Tetap harus memahami jiwa serta perilaku. Dengan Kurikulum Merdeka, papar Erni, guru juga perlu menggali bakat dan minat siswa ketika memberikan pengajaran.
”Saya ikut Guru Penggerak dan belajar tentang filosofi Ki Hadjar Dewantara yang diaktualisasikan oleh Kurikulum Merdeka. Saya merasa adanya Kurikulum Merdeka membuat perbaikan mutu pendidikan,” tukas Erni.
Erni menyampaikan terima kasih kepada Nadiem Makarim yang membawa terobosan transformasi pendidikan di Indonesia. Dia berharap agar Kurikulum Merdeka dapat terus dilanjutkan sebab sesuai dengan keadaan kini untuk menyelesaikan sejumlah persoalan pendidikan.
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka terbatas mulai dilaksanakan pada 2021 di Sekolah Penggerak di 111 kabupaten/kota se-Indonesia. Setahun kemudian, dimulai implementasi Kurikulum Merdeka untuk Jalur Mandiri.
Data Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemendikbudristek menyebutkan saat ini sudah lebih dari 300.000 sekolah, termasuk lebih dari 6 ribu sekolah di daerah tertinggal, sudah mulai menerapkan Kurikulum Merdeka.
Nadiem Makarim menjelaskan, Kurikulum Merdeka memudahkan guru melakukan pembelajaran terdiferensiasi, mengasah bakat dan minat, serta menumbuhkan karakter murid secara lebih menyeluruh. Kurikulum menjadi lebih ringkas dan fleksibel untuk bisa mendukung pemulihan pembelajaran akibat pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.
”Dengan Kurikulum Merdeka juga untuk mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia dari negara-negara lain di dunia. Kurikulum merdeka merupakan transformasi pembelajaran yang penting untuk menghadapi situasi dunia yang terus berubah sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Nadiem.
Sebelumnya, data dari Rapor Pendidikan Tahun 2023 menunjukkan bahwa satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka memiliki tingkat literasi, numerasi, karakter, inklusivitas, dan kualitas pembelajaran yang lebih baik dibandingkan yang masih menggunakan kurikulum 2023.
Begitu juga bagi siswa SMA lulusan Kurikulum Merdeka faktanya memiliki skor nilai lebih tinggi dibandingkan yang kurikulum 2013 pada Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasar Tes (UTBK SNBT) 2024. Rata-rata skor UTBK SNBT siswa SMA yang menerapkan Kurikulum Merdeka mencapai skor 557,33. Sementara rata-rata skor siswa SMA yang menggunakan Kurikulum K13, hanya di 548,98

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
