Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Mei 2024 | 04.24 WIB

Pesan JK kepada Para Mahasiswa:Berpikirlah Jadi Pengusaha, Jangan Kebanyakan Main Game

Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (kiri) menyambut kedatangan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo (kanan) saat menggelar pertemuan silaturahmi kebangsaan di Jakarta, Rabu (22/5/2024).

 
 
JawaPos.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) menyampaikan, pendidikan pada dasarnya untuk meningkatkan logika dan ilmu yang bermanfaat. Gelar yang diraih dari pendidikan pun sah saja untuk dibanggakan. Namun, yang terpenting melalui pendidikan harus ada peningkatan kualitas.
 
 
Pernyataan ini disampaikan oleh Jusuf Kalla saat menghadiri Wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ke-79 di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Kamis (30/5).
 
JK mengimbau para lulusan UMJ tidak ragu untuk jadi pengusaha dan bekerja di mana pun tempatnya. Pasalnya, hal itu pula yang diajarkan dalam Alquran.
 
"Berpikirlah dan mulailah sebagai pedagang atau pengusaha. Jangan mengeluh karena tidak akan menyelesaikan persoalan. Kemudian bertebaran lah, jangan kebanyakan ngobrol, ngopi, dan main game saja," kata JK.
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) ini menyatakan, proses selepas wisuda merupakan awal lulusan menghadapi dunia kerja. Zaman sekarang para sarjana tidak hanya cukup selalu bekerja keras, tapi harus juga berinovasi. 
 
“Saat mahasiswa kalian dibimbing, tetapi kali ini kalian harus menjalani dengan kemampuan sendiri,” ucap JK.
 
Selaras dengan pernyataan JK, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Toni Toharudin mengatakan, lulusan UMJ harus bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di dunia kerja saat ini. Mengingat, pesatnya kemajuan teknologi dan informasi menuntut para wisudawan memiliki keahlian dan kompetensi tinggi.
 
"Saya yakin alumni UMJ siap memasuki dunia kerja dengan skills dan kompetensi yang tinggi. Namun, perguruan tinggi tetap harus memfasilitasi mahasiswa dengan kurikulum yang kreatif dan Inovatif," kata Toni.
 
Ia menekankan bahwa UMJ yang baru saja mendapatkan akreditasi unggul, perlu melakukan tracer study secara aktif agar dapat mengetahui dan mengevaluasi kiprah para lulusan. Melalui hal itu, kampus dapat memperbaiki layanan pendidikan dengan memastikan lulusan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
 
Dalam rangkaian prosesi Wisuda Program Doktor ke-10, Magister ke-48, Spesialis ke-5, Sarjana ke-79, dan Diploma Tiga, UMJ meluluskan sebanyak 1.306 mahasiswa.
 
Wisuda ke-79 dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten Asep Saepudin Jahar, Koordinator Perguruan Tinggi Keagaamaan Islam Swasta, serta Ketua III Ikatan Alumni UMJ Erwansyah Sjarief. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore