Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Mei 2024 | 23.59 WIB

Soal Polemik Sastra Masuk Kurikulum, Kepala BSKAP Anindito Aditomo Beri Sejumlah Jawaban

Sekolah tingkat SD dan SMP di Jepara tak memiliki kepala sekolah, izin yang panjang jadi kendala pengisian jabatan/ sumber: Radar Kudus - Image

Sekolah tingkat SD dan SMP di Jepara tak memiliki kepala sekolah, izin yang panjang jadi kendala pengisian jabatan/ sumber: Radar Kudus

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini membuat langkah inovatif dengan memasukkan sastra ke dalam Kurikulum Merdeka. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan literasi, memperkaya pengetahuan budaya, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa di Indonesia.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo mengatakan, Sastra Masuk Kurikulum menyediakan daftar karya sastra Indonesia yang bisa digunakan di mata pelajaran dan pendidikan karakter. Mulai SD sampai SMA dan SMK.

"Karya sastra menjadi bahan ajar yang berharga karena bisa mengundang pembaca untuk menghayati dunia batin tokoh-tokoh yang merasakan dan memahami sesuatu dengan caranya masing-masing," Kata Anindito dikutip dari akun Instagramnya @ninoaditomo, Rabu (29/5).

Karya sastra juga mengupas isu kompleks dan menyajikan perdebatan moral yang mendorong pembaca keluar dari pemikiran hitam-putih dan memikirkan ulang opini serta prasangka yang mungkin tak disadari sebelumnya.

Tentu saja tidaklah cukup hanya meminta murid membaca karya sastra. Murid perlu berdiskusi dan berdebat tentang beragam tafsir terhadap sebuah karya.

Mereka perlu dipandu mengubah tafsir yang mereka pilih ke wahana yang berbeda: dari prosa ke puisi atau sebaliknya; dari teks menjadi gambar, drama, atau film; dan dari fiksi menjadi kritik sastra atau karya ilmiah.

Dengan kata lain pembelajaran sastra tidak terbatas pada menghafal buku dan siapa penulisnya, berasal dari aliran atau periode apa, dan sebagainya. Tetapi lebih jauh menggali nilai-nilai yang ada dalam sebuah karya sastra. Bahkan memberi kesempatan untuk mengembangkan dengan kreativitasnya masing-masing.

Dia mencontohkan penerapannya sudah ditampilkan saat peluncuran oleh SDN Banyuripan yang membuat pentas wayang dari adaptasi buku 'Mata dan Rahasia Pulau Gapi' yang ditulis Okky Madasari.

SMP Sekolah Alam Bogor menampilkan musikalisasi puisi 'Hatiku Selembar Daun' yang ditulis Sapardi Djoko Damono. Sementara SMA Kolese Gonzaga Jakarta yang membuat monolog dari novel 'Laut Bercerita' karya Leila S. Chudori.

"Bagi sebagian guru, pemanfaatan karya sastra dalam pembelajaran mungkin hal baru. Karena itu kami menyusun modul-modul ajar yang bisa menjadi inspirasi atau diadaptasi oleh guru," tambahnya.

Anindito menambahkan jika ada pihak yang punya contoh praktik dan modul yang bisa digunakan guru lain dipersilahkan untuk dikirim. Ini bisa melengkapi modul yang ada di Platform Merdeka Mengajar.

Beragam Tanggapan Publik

Peluncuran Sastra Masuk Kurikulum dibarengi dengan Buku Panduan Penggunaan Rekomendasi Buku Sastra, hal tersebut ditanggapi beragam oleh publik. Buku yang disusun dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini mencakup 177 judul buku fiksi.

Daftar ini direkomendasikan para kurator yang terdiri dari para akademisi, sastrawan terkenal dan para pendidik. Dari jumlah itu 43 karya untuk SD sederajat, 29 judul untuk jenjang SMP, dan 105 untuk SMA/SMK/MA.

Anindito juga mengakui sejak diluncurkan Sastra Masuk Kurikulum mendapat banyak tanggapan positif dan masukan kritis. Ini menggembirakan karena menunjukkan antusiasme dan kepedulian berbagai pihak.

"Semua masukan sedang kami olah sebagai bahan perbaikan. Ada beberapa pertanyaan dan masukan yang ingin saya tanggapi," katanya, dalam keterangan tertulis, Rabu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore