
media sosial digegerkan dengan foto yang menunjukkan sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) berbaring di sebuah ruang perawatan.
JawaPos.com - Baru-baru ini media sosial digegerkan dengan foto yang menunjukkan sejumlah mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya (UB) berbaring di sebuah ruang perawatan. Mereka disebut pingsan saat melaksanakan kegiatan jelang PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) pada Minggu (13/8) lalu.
Foto itu pertama kali diunggah oleh akun Twitter @JeandraLee. Dalam cuitannya ia menyebut para maba tumbang lantaran tidak kuat mengikuti aktivitas yang terlalu berat.
Namun, hal itu dibantah oleh Ketua Pelaksana PKKMB Raja Brawijaya 2023 Pugoh Ananta Putra. Menurutnya, mereka sedang beristirahat di posko kesehatan. ”Sementara yang terkonfirmasi di kami ada 30 maba,” katanya.
Ia menyebut beberapa faktor yang membuat para maba itu tumbang, di antaranya tidak sarapan, penyakit bawaan, dan sedang dalam proses pemulihan pasca sakit. Pihaknya juga menyiapkan tim medis yang dari awal disediakan untuk menangani hal-hal semacam itu.
”Kami mempunyai 11 titik posko dengan satu titik posko besar. Selain itu, kami sudah menyiapkan 6 mobil ambulans,” ucapnya.
Pugoh juga membantah anggapan miring terkait tugas berat yang dibebankan pada para maba tersebut. Ia mengklaim penugasan yang diberikan panitia sangat sesuai dengan kebutuhan mereka, misalnya buku bekas dan pakaian bekas.
”Itu untuk mendukung program green campus dan nilainya tidak besar. Bisa dicek,” tuturnya.
Meski begitu, ia tidak membantah pihaknya memberi penugasan beberapa esai untuk memecahkan rekor. Awalnya tugas harus dikumpulkan pada 13 Agustus. Kini diperpanjang menjadi 20 Agustus. Sementara tugas lain seperti membuat twibbon batas pengumpulannya tidak berubah.
Klaim panitia ospek UB tersebut ternyata tidak sejalan dengan pengakuan salah satu maba bernama Dwi. Dwi mengatakan bahwa penugasan pra-PKKMB cukup memberatkan dan menguras biaya. Ia tidak hanya menulis satu esai, melainkan beberapa esai. Hal itu lantaran para maba menjadi peserta utama dalam memecahkan rekor MURI penulisan 15 ribu esai.
Di samping itu, Dwi harus menyiapkan beberapa item untuk kebutuhan ospek UB, seperti twibbon dan video perkenalan di TikTok, esai IPP (Indeks Pembangunan Pemuda), esai Pancasila dan kebangsaan, salindia atau alas slide tentang etika bermedia sosial, kuis tentang UB, dan motivation letter masuk UB. ”Secara tenaga dan pikiran tentu saja esai yang berat,” ucapnya.
Dwi menyebut tugas membuat paper mob juga sangat menguras biaya. ”Saya untuk nge-print itu saja harus bayar Rp 120 ribu,” ungkapnya. Dwi mengaku menghabiskan uang sekitar Rp 300 ribu untuk membeli semua perlengkapan PKKMB. Mulai slayer polos biru, pita, roti sisir, susu, hingga tote bag biru ukuran 30 x 40.
Selain itu masih ada tugas untuk membawa karung atau kain spunbond ukuran 45 x 75, sandal biru, jas hujan biru, dan pom-pom berwarna merah putih. ”Kalau tidak punya kan harus beli. Barang yang dibawa pun sudah ditentukan warnanya. Kalaupun mau pinjam bisa jadi barangnya ada tapi warnanya tidak sesuai,” ungkapnya.
Rektor UB Prof Widodo menerangkan bahwa penugasan-penugasan untuk maba dinilai sesuai dan tidak memberatkan. Namun, ia mengaku akan memantau pelaksanaan PKKMB yang akan berjalan beberapa hari ke depan. ”Tentu saja semua laporan yang masuk akan kami evaluasi,” tandasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
