
Sejumlah pekerja melipat surat suara di Gudang KPU Kota Depok, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/1/2024).
JawaPos.com - Sengkarut mewarnai sistem rekapitulasi online Pemilu 2024. Investigasi sejumlah praktisi atas anomali yang terjadi mengungkap beberapa temuan. Berikut petikan wawancara dengan praktisi keamanan siber sekaligus Ketua Cyberity Arif "Bangaip" Kurniawan.
Apa temuan Cyberity dan rekan-rekan praktisi keamanan siber terkait sistem penyelenggaraan elektronik KPU?
Melalui metodologi sistematis yang kami lakukan, sistem pemilu2024. kpu.go.id dan sirekap-web.kpu.go.id diketahui menggunakan layanan cloud yang lokasi servernya berada di RRC, Prancis, dan Singapura. Layanan cloud tersebut merupakan milik layanan penyedia internet (ISP) raksasa Alibaba.
Selain itu, kami menemukan posisi data dan lalu lintas e-mail pada dua lokasi di atas berada dan diatur di luar negeri, tepatnya di RRC.
Penempatan server di luar negeri merupakan hal wajar sebagai bagian dari disaster recovery center (DRC)?
Kalau untuk recovery, semua layanan-layanan cloud (penyimpanan) seperti Microsoft dan Google memang biasanya punya DRC di beberapa negara. Dan, itu masih diwajarkan. Tapi, dalam temuan kami, ada namanya name server. Nah, name server 1 dan name server 2 (dalam sistem penyelenggaraan elektronik KPU) dimiliki oleh Alibaba.
Jika mengacu UU Pelindungan Data Pribadi dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, apakah temuan tersebut masuk kategori pelanggaran?
Kalau mereka (KPU, Red) tidak bisa membuktikan jika servernya berada di dalam negeri, maka itu jelas pelanggaran. Kalau Alibaba punya server di Indonesia, kenapa tidak di pin point saja di Indonesia? Alibaba mestinya sudah tahu ada UU PDP dan PP tersebut (Nomor 71/2019) yang mengharuskan data-data publik seperti itu ada di Indonesia.
Lantas, yang harus dilakukan agar keamanan data tersebut tetap terjaga?
Audit (forensik IT KPU) itu yang harus dikejar. Ini sangat mendesak dilakukan. Karena sudah berkali-kali (sistem elektronik, Red) KPU ’’dihajar’’ (baca: diserang), data warga dicuri, namun KPU membiarkan. Pertanyaannya, pembiaran ini sengaja atau tidak sengaja? Kalau tidak sengaja, ayo sama-sama kita perbaiki. Tapi, kalau itu sengaja, itu yang jadi masalah. (tyo/c17/fal)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
