Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Desember 2015 | 00.28 WIB

Punya Gelar Haji, Mantan Preman Menang di Pilkada Sukoharjo Tanpa Pencitraan

Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Wardoyo Wijaya dan istrinya, Etty Wardoyo saat menggunakan hak pilihnya pada pilkada lalu. - Image

Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Wardoyo Wijaya dan istrinya, Etty Wardoyo saat menggunakan hak pilihnya pada pilkada lalu.

JawaPos.Com - Dominasi PDI Perjuangan di Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah pada pemilu legislatif tahun lalu ternyata berlanjut ke pilkada. Pada coblosan pilkada yang digelar Rabu (9/12), pasangan calon Wardoyo Wijaya-Purwadi yang diusung partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu bisa memenangi penghitungan suara.



Bahkan berdasarkan hitung cepat (quick count) versi Kesbanglinmas Sukoharjo, duet yang dikenal dengan sebutan Wardi itu mampu meraup sekitar 85 persen suara. Raihan itu jauh di atas pesaingnya, Nurdin-Anis Mundhakir yang diusung koalisi PAN, PKB dan Partai Demokrat .



Namun, Wardoyo tak mau besar kepala meski menang besar. Calon incumbent itu menyebut kemenangannya berarti kinerjanya selama 5 tahun ini bisa diterima masyarakat Sukoharjo.



“Masyarakat ikhlas mencoblos tanpa pamrih. Mereka hanya menginginkan Sukoharjo lebih baik,” ujarnya melalui layanan pesan singkat, Jumat (11/12).



Ia menegaskan, kemenangannya juga buah dari gotong royong semua pihak di Sukoharjo. “Ini kemenangan rakyat dan ulama Sukoharjo,” sambungnya.



Ketua DPC PDIP Sukahorjo itu bahkan menjamin kemenangannya bersih dari praktik kotor. Ia menegaskan, tak ada politik uang untuk membuatnya menang mutlak.



“Saya hanyalah anak petani. Saya bersyukur diberi amanah memimpin Sukoharjo kembali. Tidak ada money politics,” tegasnya.



Lebih lanjut Wardoyo mengatakan, kepercayaan dari rakyat Sukoharjo sekaligus memacunya untuk bekerja lebih baik lagi. Ia ingin memperbaiki program-program pro-rakyat yang sudah dilakukan selama kepemimpinnannya. Misalnya. pendidikan gratis bagi siswa SD hingga SLTA. “Benar-benar bebas biaya operasional pendidikan,” ucapnya.



Selama kepemimpinannya, Pemkab Sukoharjo juga memberi santunan kematian sebesar Rp 3 juta bagi warga kurang mampu. “Selama hampir lima tahun, sudah hampir Rp 40 miliar dialokasikan untuk kebijakan ini,” bebernya.

 

Wardoyo juga akan melanjutkan kebijakannya soal penyediaan modal bagi penyandang disabilitas. “Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan peduli,” tegas politikus yang mengaku sangat mengagumi Bung Karno itu sehingga pernah menamai sebuah pasar di Sukoharjo dengan nama sang Proklamator RI tersebut.



Sedangkan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto mengaku sempat terkejut dengan tingkat kemenangan Wardoyo-Purwadi. Bambang yang lebih akrab disapa dengan panggilan Mas Pacul itu mengatakan, Wardoyo memang merupakan sosok yang dicintai rakyat.



Pacul bahkan menyebut Wardoyo bisa mengubah diri sendiri sekaligus Sukoharjo. “Dia mantan preman jalanan yang sekarang sudah jadi haji. Tapi sekarang bisa dicintai rakyatnya,” kata Pacul.



Ia menegaskan, Wardoyo juga bukan tipe orang yang suka pencitraan untuk mendapat simpati masyarakat. Sebab, kata Pacul, selama ini Wardoyo memang bisa menunjukkan kiprah nyata.



“Pak Wardoyo lebih memprioritaskan program daripada pencitraan. Gaya bicaranya gak dibuat ilmiah, yang masuk akal saja. Tapi dia bisa ngayomi (memberi perlindungan, red) dan ngayemi (membuat orang lain merasa tenteram,” tutur Pacul.(ara/JPG)



Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore