Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Desember 2016 | 11.25 WIB

Pengamat Komunikasi Politik: Orasi di Tempat Mewah Kurang Efektif

Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Agus-Sylvi - Image

Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Agus-Sylvi

JawaPos.com - Orasi politik Pasangan calon gubernur dan waktil gubernur DKI Jakarta di JCC Senayan beberapa waktu lalu, dianggap tak bakal banyak berpengaruh.  



Menurut Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing, yang terbaik adalah yang sifatnya dialogis dibandingkan orasi politik di tempat yang mewah. 



"Lebih efektif ketika calon itu mengunjungi langsung dan berdialog dibanding pidato di mana audiensi hanya mendengar saja. Itu formal sifatnya," kata Emrus‎ di Jakarta, Sabtu (17/12).



Menurut Emrus, cara Agus menyampaikan ide-idenya lewat pidato tidak efektif dari segi komunikasi. 



"Komunikasi informal jauh lebih baik dibanding komunikasi formal," kata direktur eksekutif lembaga EmrusCorner itu.



Emrus mengatakan, komunikasi informal secara spontan dengan bertemu masyarakat justru bisa memunculkan ide-ide segar. 



Sementara pidato di dalam ruangan, katanya, kalaupun ada pertanyaan bisa saja karena rekayasa.



"Nah kalau dilakukan di suatu ruangan, bisa  disiapkan orang yang bertanya, bisa jadi tidak spontanitas," paparnya.



Seperti diketahui, Agus-Sylvi sudah beberapa kali melakukan pidato politik di gedung yang mewah dan megah (town hall meeting) seperti JCC Senayan dan lainnya.



Namun, pasangan ini juga sudah beberapa kali absen alias tidak mau hadir dalam acara debat antar-kandidat gubernur DKI Jakarta yang digelar oleh stasiun televisi.(prs/rmol/mam/JPG)

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore