Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Oktober 2026 | 23.52 WIB

4 Cara Menangani Anak Autis untuk Mendorong Tumbuh Kembang Mereka Supaya Mandiri

Seminar yang digelar Komisioner Komnas Perlindungan Anak bersama Bunda Anak Autis Indonesia. (istimewa) - Image

Seminar yang digelar Komisioner Komnas Perlindungan Anak bersama Bunda Anak Autis Indonesia. (istimewa)

JawaPos.com - Pemahaman tentang autisme dan cara mendampingi anak agar tumbuh mandiri menjadi perhatian utama dalam seminar parenting mengusung tajuk Mengenal Autisme dan Penanganannya di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, belum lama ini.

Seminar yang digelar Komisioner Komnas Perlindungan Anak bersama Bunda Anak Autis Indonesia, Dr. Imaculata Umiyati, S.Pd., M.Si., tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari orang tua, guru, dan remaja putri dari wilayah setempat.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB itu turut dihadiri Camat Cijeruk Moch. Sobar Masoer, S.I.P., M.Si., serta Kepala Desa Cipelang Kiki Sukiwan.

Seminar ini menjadi bagian dari kepedulian Imaculata terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya anak dengan autisme, yang memerlukan dukungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat agar dapat berkembang sesuai potensinya.

Dalam pemaparannya, Imaculata menekankan bahwa pendampingan anak autis tidak cukup hanya berfokus pada terapi. Orang tua juga perlu memahami karakteristik anak, menyusun pola pengasuhan yang sesuai, serta memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kemandirian.

Memahami Autisme, Bukan Sekadar Melihat Perilaku Anak

Imaculata menjelaskan, autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi komunikasi, interaksi sosial, serta pola perilaku seseorang.

Istilah spektrum menunjukkan bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Ada anak yang membutuhkan dukungan intensif dalam aktivitas sehari-hari, sementara anak lainnya mampu mengembangkan sejumlah keterampilan secara lebih mandiri dengan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Karena itu, orang tua dan tenaga pendidik perlu menghindari kebiasaan menyamakan kemampuan satu anak dengan anak lainnya.

'Karakteristik autisme dapat terlihat dari perbedaan respons sosial, kesulitan memahami komunikasi nonverbal, keterlambatan atau perbedaan perkembangan bahasa, hingga tantangan dalam memulai dan mempertahankan interaksi," ungkapnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore