Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2026 | 06.52 WIB

7 Alasan Mengapa Anak-Anak Perlu Mengetahui Kisah Orang Tua Mereka Menurut Psikologi. Apa Sajakah?

seseorang yang menceritakan kisahnya kepada anak-anak./Magnific/dimaberlin - Image

seseorang yang menceritakan kisahnya kepada anak-anak./Magnific/dimaberlin

JawaPos.com - Banyak orang tua berpikir bahwa anak-anak hanya perlu mengetahui hal-hal yang terjadi pada masa sekarang: bagaimana orang tua bekerja, bagaimana keluarga menjalani kehidupan sehari-hari, atau bagaimana aturan-aturan di rumah dibuat. Sementara itu, kisah tentang masa muda orang tua, perjuangan mereka, kegagalan, kehilangan, impian, bahkan kesalahan yang pernah dilakukan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu diceritakan kepada anak.

Padahal, dari sudut pandang psikologi, mengetahui kisah hidup orang tua dapat menjadi bagian penting dari perkembangan identitas dan rasa aman seorang anak.

Anak bukan hanya ingin mengetahui siapa orang tuanya sekarang. Secara psikologis, mereka juga sedang berusaha memahami pertanyaan yang lebih besar: Dari mana saya berasal? Mengapa keluarga saya seperti ini? Mengapa orang tua saya berpikir seperti itu? Dan sebenarnya, seperti apa kehidupan mereka sebelum saya lahir?

Kisah hidup orang tua dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Tentu, bukan berarti semua pengalaman orang tua harus diceritakan kepada anak secara mentah. Ada kisah yang memang belum sesuai untuk usia tertentu, ada pengalaman traumatis yang membutuhkan pertimbangan khusus, dan ada pula informasi pribadi yang lebih baik disampaikan secara bertahap. Yang penting adalah anak mendapatkan gambaran yang jujur, proporsional, dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (1/10), terdapat tujuh alasan mengapa anak-anak perlu mengetahui kisah orang tua mereka menurut perspektif psikologi.

1. Membantu Anak Membangun Identitas Diri

Salah satu tugas perkembangan penting dalam kehidupan manusia adalah membangun identitas.

Anak tidak tumbuh dalam ruang kosong. Mereka membentuk pemahaman tentang diri melalui hubungan dengan keluarga, lingkungan sosial, budaya, dan pengalaman hidup. Keluarga menjadi salah satu sumber informasi paling awal mengenai siapa diri mereka dan dari mana mereka berasal.

Dalam psikologi perkembangan, pemahaman mengenai sejarah keluarga berkaitan dengan apa yang sering disebut sebagai family narrative atau narasi keluarga.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore