Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 22.13 WIB

9 Tanda Halus bahwa Anggota Keluarga Menolerir Anda tetapi Sebenarnya Tidak Menikmati Kehadiran Anda Menurut Psikologi

seseorang yang kehadirannya tidak disukai keluarga./Magnific/jcomp - Image

seseorang yang kehadirannya tidak disukai keluarga./Magnific/jcomp

JawaPos.com - Keluarga sering dianggap sebagai tempat paling nyaman untuk pulang. Namun, kenyataannya tidak semua hubungan keluarga dipenuhi kehangatan dan kedekatan emosional. Ada kalanya seseorang tetap diterima dalam lingkaran keluarga, tetapi kehadirannya hanya ditoleransi, bukan benar-benar dinikmati.

Menurut psikologi, hubungan yang dingin atau penuh jarak tidak selalu ditunjukkan melalui pertengkaran besar. Justru, tanda-tandanya sering kali muncul secara halus dan berlangsung dalam jangka panjang. Memahami pola ini dapat membantu Anda melihat dinamika keluarga dengan lebih objektif dan memperbaiki hubungan yang masih mungkin diperbaiki.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (13/6), terdapat sembilan tanda halus bahwa anggota keluarga Anda mungkin hanya menolerir Anda, tetapi sebenarnya tidak terlalu menikmati kehadiran Anda.

1. Mereka Jarang Memulai Komunikasi

Dalam hubungan yang sehat, komunikasi biasanya terjadi secara dua arah. Jika Anda selalu menjadi pihak yang menghubungi terlebih dahulu, mengirim pesan, atau berusaha menjaga hubungan tetap hidup, sementara mereka hampir tidak pernah melakukannya, ini bisa menjadi tanda adanya jarak emosional.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa orang cenderung berusaha mempertahankan kedekatan dengan mereka yang benar-benar mereka hargai dan nikmati kehadirannya. Kurangnya inisiatif dari pihak lain dapat mengindikasikan bahwa hubungan tersebut lebih didasarkan pada kewajiban daripada keinginan.

2. Percakapan Selalu Terasa Dangkal

Ketika bersama Anda, anggota keluarga mungkin tetap berbicara dengan sopan, tetapi topik yang dibahas selalu terbatas pada hal-hal umum. Mereka menghindari pembicaraan yang lebih dalam tentang perasaan, pengalaman pribadi, atau rencana masa depan.

Hubungan yang hangat biasanya ditandai dengan keterbukaan dan rasa nyaman untuk berbagi. Sebaliknya, percakapan yang selalu dangkal dapat menunjukkan adanya batas emosional yang sengaja dipertahankan.

3. Mereka Tampak Lebih Bersemangat dengan Orang Lain

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore