
Ilustrasi anak kecanduan media sosial (freepik.com)
JawaPos.com – Orang tua seringkali mengandalkan larangan atau kemarahan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Padahal, orang tua perlu menjelaskan alasan di balik aturan penggunaan perangkat digital agar anak memahami dampaknya dan mampu membangun kontrol diri.
Pesan tersebut tertuang dalam Buku Saku Digital Wellbeing pada Remaja yang disusun oleh Divisi Psikiatri Anak dan Remaja FKUI-RSCM bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut tim penulis, tantangan di era digital tidak dapat diselesaikan hanya dengan membatasi waktu layar (screen time) atau menerapkan aturan yang kaku.
Dalam buku yang ditulis Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ, Subsp.AR(K), Prof. Dr. dr. Raden Irawati Ismail, Sp.KJ, Subsp.AR(K), M.Epid, Dr. dr. Fransiska Kaligis, Sp.KJ, Subsp.AR(K), dan dr. Kusuma Minayati, Sp.KJ, Subsp.AR(K) itu, dijelaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai memang penting, tetapi efeknya cenderung hanya sementara jika tidak disertai pemahaman.
"Tantangan di ekosistem digital tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyuruh remaja mengurangi screen time atau menerapkan larangan kaku. Pembatasan waktu tetap penting, tetapi tanpa pemahaman dampaknya hanya sementara," tulisnya, dikutip Senin (8/6).
Karena itu, orang tua dianjurkan membangun kontrol internal pada anak melalui komunikasi yang baik dan penjelasan yang mudah dipahami. Sehingga, anak mengurangi screentime bukan karena aturan, tetapi karena pemahaman.
"Jelaskan alasan di balik aturan. Ubah 'tidak boleh main HP malam-malam' menjadi: 'Kurang tidur bikin kamu sulit fokus dan mood jadi buruk besok'," tulis buku tersebut.
Menurut tim penulis, remaja cenderung lebih patuh ketika memahami alasan sebuah aturan dibandingkan jika hanya diminta taat karena takut dihukum.
"Remaja cenderung lebih patuh ketika memahami alasan, bukan karena takut dihukum," tulisnya.
Selain memberikan penjelasan, orang tua juga diminta konsisten dengan perilaku mereka sendiri dalam menggunakan teknologi.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
