Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juni 2026 | 00.56 WIB

Tips Buat Anak Tak Terpaku Gawai Tanpa Perlu Marah-marah, Orang Tua Harus Mampu Menjelaskan

Ilustrasi anak kecanduan media sosial (freepik.com) - Image

Ilustrasi anak kecanduan media sosial (freepik.com)

JawaPos.com – Orang tua seringkali mengandalkan larangan atau kemarahan untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai. Padahal, orang tua perlu menjelaskan alasan di balik aturan penggunaan perangkat digital agar anak memahami dampaknya dan mampu membangun kontrol diri.

Pesan tersebut tertuang dalam Buku Saku Digital Wellbeing pada Remaja yang disusun oleh Divisi Psikiatri Anak dan Remaja FKUI-RSCM bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Menurut tim penulis, tantangan di era digital tidak dapat diselesaikan hanya dengan membatasi waktu layar (screen time) atau menerapkan aturan yang kaku.

Anak Perlu Paham Alasan di Balik Aturan

Dalam buku yang ditulis Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ, Subsp.AR(K), Prof. Dr. dr. Raden Irawati Ismail, Sp.KJ, Subsp.AR(K), M.Epid, Dr. dr. Fransiska Kaligis, Sp.KJ, Subsp.AR(K), dan dr. Kusuma Minayati, Sp.KJ, Subsp.AR(K) itu, dijelaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai memang penting, tetapi efeknya cenderung hanya sementara jika tidak disertai pemahaman.

"Tantangan di ekosistem digital tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyuruh remaja mengurangi screen time atau menerapkan larangan kaku. Pembatasan waktu tetap penting, tetapi tanpa pemahaman dampaknya hanya sementara," tulisnya, dikutip Senin (8/6).

Karena itu, orang tua dianjurkan membangun kontrol internal pada anak melalui komunikasi yang baik dan penjelasan yang mudah dipahami. Sehingga, anak mengurangi screentime bukan karena aturan, tetapi karena pemahaman.

"Jelaskan alasan di balik aturan. Ubah 'tidak boleh main HP malam-malam' menjadi: 'Kurang tidur bikin kamu sulit fokus dan mood jadi buruk besok'," tulis buku tersebut.

Menurut tim penulis, remaja cenderung lebih patuh ketika memahami alasan sebuah aturan dibandingkan jika hanya diminta taat karena takut dihukum.

"Remaja cenderung lebih patuh ketika memahami alasan, bukan karena takut dihukum," tulisnya.

Orang Tua Harus Memberi Contoh

Selain memberikan penjelasan, orang tua juga diminta konsisten dengan perilaku mereka sendiri dalam menggunakan teknologi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore