Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 09.55 WIB

Hentikan 6 Hal Ini Jika Anda Benar-Benar Ingin Mempertahankan Hubungan yang Erat dengan Anak-Anak yang Sudah Dewasa

seseorang yang mempertahankan hubungan erat dengan anak-anak./Freepik/jcomp - Image

seseorang yang mempertahankan hubungan erat dengan anak-anak./Freepik/jcomp

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa. Justru, fase ini adalah salah satu tahap paling menantang sekaligus penting.

Anak-anak yang sudah dewasa memiliki kehidupan, pilihan, dan identitas mereka sendiri. Jika orang tua tidak mampu menyesuaikan diri, hubungan yang dulunya hangat bisa berubah menjadi kaku, jauh, bahkan renggang.

Mempertahankan kedekatan dengan anak yang sudah dewasa bukan tentang mengontrol mereka, melainkan tentang membangun hubungan baru yang didasari rasa saling menghormati. Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar melakukan hal-hal yang justru merusak hubungan tersebut.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (20/4), jika Anda ingin tetap dekat dengan anak-anak Anda yang sudah dewasa, mungkin sudah saatnya berhenti melakukan enam hal berikut ini.

1. Berhenti Mengontrol Kehidupan Mereka

Saat anak masih kecil, mengontrol adalah bagian dari tanggung jawab orang tua. Namun ketika mereka sudah dewasa, kontrol yang berlebihan justru terasa mengekang.

Mengatur pilihan karier, pasangan hidup, cara mengasuh anak, bahkan keputusan kecil sehari-hari bisa membuat mereka merasa tidak dipercaya. Alih-alih mendekat, mereka justru akan menjaga jarak agar bisa bernapas lebih lega.

Yang mereka butuhkan sekarang bukanlah kontrol, melainkan dukungan. Biarkan mereka membuat keputusan sendiri, termasuk kesalahan mereka. Peran Anda adalah menjadi tempat mereka kembali, bukan pihak yang menentukan jalan hidup mereka.

2. Berhenti Memberi Nasihat Tanpa Diminta

Banyak orang tua merasa bahwa pengalaman hidup mereka memberi hak untuk terus menasihati. Namun bagi anak yang sudah dewasa, nasihat yang tidak diminta sering kali terasa seperti kritik terselubung.

Kalimat seperti:

“Dulu Ibu juga pernah mengalami hal seperti itu…”
“Seharusnya kamu lakukan ini…”

meskipun niatnya baik, bisa membuat mereka merasa diremehkan atau tidak dipercaya.

Cobalah mengubah pendekatan. Tanyakan terlebih dahulu:

“Kamu ingin pendapatku atau hanya ingin didengarkan?”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore