
Ilustrasi, anak yang mulai menutup diri dan menjauh secara emosional dari orang tuanya. (Freepik/ bearfotos. )
JawaPos.com - Memiliki hubungan yang baik dengan anak-anak dimana mereka bisa terbuka dan berbagi emosi adalah dambaan setiap orang tua.
Namun, sering kali sulit menciptakan kondisi seperti itu, karena anak-anak biasanya tidak berbagi hanya karena orang tua memintanya.
Viviana McGovern, LMFT, CEO dan direktur klinis di Full Vida Therapy mengatakan bahwa anak-anak perlu merasa aman secara emosional untuk terbuka dan tidak menutup diri dari orang tuanya.
Lebih lanjut, McGovern menjelaskan, anak-anak perlu merasa didengar, bukan dihakimi. Selain itu, mereka perlu tahu ketika mereka terbuka, mereka akan mendapatkan dukungan dari Anda, orang tuanya.
Dilansir JawaPos.com dari parents.com pada Selasa (14/4), ada 13 tanda seorang anak mulai menutup diri dari orang tuanya dan menjauh secara emosional.
Dimulai dari pendapat McGovern yang mengungkapkan ada empat kemungkinan seorang anak tidak merasa cukup aman untuk berkomunikasi secara bebas dengan orang tuanya.
1. Mereka sering menutup diri ketika orang tuanya mengajukan pertanyaan kepada mereka atau sekadar memberikan jawaban satu kata.
2. Mereka tampak sangat gugup atau terlalu berhati-hati di sekitar orang tuanya.
3. Mereka hanya berbagi hal-hal dangkal tentang kehidupan mereka dan menghindari hal-hal yang lebih emosional.
4. Mereka merasa lebih nyaman cerita ke teman sebaya, guru, atau orang dewasa lainnya.
Sementara itu, Victoria Grinman, PhD, LCSW-R, psikoterapis dan pendiri Growing Kind Minds LLC dan The Round Table Mentorship membagi anak yang tidak merasa cukup aman untuk terbuka kepada orang tuanya kedalam dua kategori dasar dimana tiap kategori memiliki tandanya masing-masing.
Tanda-Tanda yang Jelas
Menurut Dr. Grinman, tanda-tanda yang jelas terlihat dari seorang anak yang menutup diri dengan orang tuanya, seperti:
1. Menolak berkomunikasi (Menghindar)
2. Mengabaikan

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
