Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2026 | 17.52 WIB

Anak Dewasa yang Membatasi Kunjungan ke Orang Tua Biasanya Mengalami 9 Hal Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membatasi kunjungan ke orang tua. (Freepik/daniromphoto) - Image

seseorang yang membatasi kunjungan ke orang tua. (Freepik/daniromphoto)

JawaPos.com - Dalam kehidupan modern, tidak sedikit anak yang telah beranjak dewasa memilih untuk membatasi kunjungan atau interaksi dengan orang tua mereka. Keputusan ini sering kali disalahpahami sebagai bentuk ketidakpedulian atau bahkan durhaka. Namun, dari sudut pandang psikologi, realitasnya jauh lebih kompleks.

Ada berbagai faktor emosional, pengalaman masa kecil, hingga dinamika hubungan yang membentuk keputusan tersebut.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat sembilan hal yang biasanya dialami oleh anak-anak dewasa yang menjaga jarak dari orang tua mereka.

1. Memiliki Riwayat Hubungan yang Tidak Sehat

Banyak dari mereka tumbuh dalam lingkungan yang penuh konflik, kritik berlebihan, atau bahkan manipulasi emosional. Hubungan yang tidak sehat ini membuat mereka belajar bahwa menjaga jarak adalah cara untuk melindungi diri.

2. Mengalami Kelelahan Emosional (Emotional Exhaustion)

Interaksi dengan orang tua bisa terasa menguras energi jika selalu dipenuhi tekanan, tuntutan, atau rasa bersalah. Seiring waktu, mereka memilih membatasi kunjungan untuk menjaga kesehatan mental.

3. Sedang Membangun Batasan (Boundaries) yang Sehat

Psikologi modern menekankan pentingnya batasan dalam hubungan. Anak dewasa yang membatasi kunjungan sering kali sedang belajar mengatakan “tidak” dan menetapkan batas demi kesejahteraan diri.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore