Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Oktober 2025 | 17.46 WIB

10 Tanda-Tanda Anak Insecure: Bagaimana Cara Menumbuhkan Rasa Aman dan Percaya Diri Anak Menurut Psikologi?

Ilustrasi Anak Insecure (freepik) - Image

Ilustrasi Anak Insecure (freepik)

JawaPos.com - Setiap anak lahir dengan hati yang polos, penuh rasa ingin tahu, dan keyakinan bahwa dunia aman untuk dijelajahi.

Namun, seiring waktu, pengalaman yang salah diartikan atau kurangnya empati dari lingkungan dapat menumbuhkan benih ketidakamanan dalam diri mereka.

Rasa takut, cemas, dan keraguan yang tidak tersampaikan sering kali bertransformasi menjadi perilaku yang disalahpahami orang dewasa.

Di balik setiap amarah yang meledak, setiap keheningan panjang, dan setiap sikap acuh, sesungguhnya ada bisikan halus dari jiwa kecil yang bertanya, “Apakah aku cukup berharga?

Apakah aku berarti?” Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari bahwa ketidakamanan anak sering tumbuh bukan dari niat buruk, tetapi dari momen ketika hati mereka merasa tak terlihat atau tak terdengar.

Artikel ini akan membantu Anda memahami 10 tanda tersembunyi yang menunjukkan anak sedang berjuang dengan rasa tidak aman, beserta langkah konkret untuk menumbuhkan kembali kepercayaan diri dan keamanan emosional mereka.

Pendekatan ini bukan sekadar teori, melainkan hasil penelitian dan pengalaman nyata dari dunia psikologi anak modern yang dihimpun dari kanal YouTube Parenting Hacks.

1. Terlalu Butuh Persetujuan

Anak yang terus-menerus bertanya, “Apakah saya melakukannya dengan benar?” atau “Apakah Anda bangga pada saya?” sedang mencari lebih dari sekadar pujian.

Mereka sedang mencari izin untuk merasa layak dicintai. Menurut penelitian Dr.

Carol Dweck tentang growth mindset, anak yang hanya dipuji berdasarkan hasil cenderung mengaitkan nilai dirinya dengan pengakuan eksternal.

Langkah terbaik yang dapat Anda lakukan adalah memuji usaha dan karakter, bukan semata hasil.

Katakan, “Saya bangga dengan kerja kerasmu,” atau “Saya senang melihatmu berusaha dengan sabar.”

Ucapan ini memperkuat keyakinan bahwa cinta dan penerimaan Anda bukan hadiah atas pencapaian, melainkan fondasi yang selalu ada.

Dengan begitu, anak belajar bahwa nilai dirinya tidak bergantung pada keberhasilan, melainkan pada keberanian untuk mencoba.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore