
ilustrasi seorang wanita tampak memegang kepalanya, merefleksikan kesulitan menghadapi tantangan hidup akibat pola asuh orang tua. (Freepik)
JawaPos.com - Saat tumbuh dewasa, kita cenderung melihat orang tua seolah memiliki semua jawaban dan solusi untuk setiap masalah yang terjadi.
Kenyataannya, banyak orang tua juga hanya berusaha menjalani kehidupan sehari-hari, dan seringkali gagal mengajarkan keterampilan penting kepada anak-anaknya.
Kebiasaan orang tua menghindari diskusi atau percakapan yang sulit saat Anda kecil, bisa jadi akar dari kesulitan yang dihadapi di usia dewasa.
Melansir dari Global English Editing, mereka mungkin berpikir sedang melindungi Anda dari hal yang tidak menyenangkan, tetapi hal tersebut justru membuat Anda kurang siap menghadapi "jalanan" kehidupan yang lebih rumit.
1. Mengelola Keuangan Pribadi yang Sulit
Jika orang tua Anda jarang atau bahkan tidak pernah membicarakan masalah uang secara terbuka, kemungkinan besar Anda kesulitan mengatur keuangan pribadi saat ini. Konsep seperti berhemat, membuat anggaran, dan berinvestasi bukanlah hal yang otomatis dipahami ketika seseorang mulai mendapatkan penghasilan. Ketika diskusi penting ini dihindari, Anda terpaksa mencari cara sendiri, yang seringkali berujung pada utang atau hidup dari gaji ke gaji. Mengelola keuangan adalah keterampilan yang harus dipelajari, dan selalu ada waktu untuk memulai dengan membuat anggaran sederhana.
2. Menavigasi Medan Emosional Pribadi
Orang tua yang cenderung menyimpan atau menyapu emosi di bawah karpet dapat membuat anak kesulitan mengekspresikan perasaannya dengan cara yang sehat. Anda mungkin akan menahan perasaan hingga meledak tanpa terkontrol, atau memilih menghindari konflik agar suasana tetap tenang dan damai. Akibatnya, Anda merasa sulit untuk bersikap rentan, meminta bantuan, atau menghadapi seseorang yang telah membuat diri Anda kecewa. Keterampilan mengungkapkan emosi adalah sebuah proses belajar yang bisa ditingkatkan melalui jurnal atau berbagi cerita dengan orang terdekat.
3. Kesulitan dalam Menangani Konflik
Konflik adalah bagian yang tidak terhindarkan dari kehidupan, tetapi jika orang tua sering mengelak dari perselisihan, Anda cenderung melakukan hal yang sama sebagai orang dewasa. Konflik memang tidak nyaman, tetapi juga diperlukan untuk memahami sudut pandang yang berbeda dan memperkuat sebuah hubungan yang ada. Tumbuh di lingkungan yang menghindari konflik membuat Anda memilih diam meskipun hati terasa sakit, atau menyerah hanya untuk menjaga perdamaian yang semu. Resolusi konflik adalah keterampilan yang dapat dilatih dengan menyadari bahwa tidak apa-apa untuk tidak setuju dan mendengarkan secara aktif.
4. Kurangnya Pemahaman tentang Kesehatan Mental
Jika orang tua menghindari topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau stres, Anda mungkin bingung saat menghadapi masalah kesehatan mental diri sendiri di masa dewasa. Memahami kesehatan mental bukan hanya tentang mengenali gejala, tetapi juga tentang empati, penerimaan, dan menghilangkan stigma yang sudah ada di tengah masyarakat. Tanpa adanya percakapan ini, Anda mungkin merasa malu, bersalah, atau takut dihakimi ketika merasa tidak baik-baik saja dan butuh bantuan profesional. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan meminta bantuan adalah perwujudan keberanian, bukan kelemahan.
5. Tantangan dalam Menetapkan Batasan ( Boundary )
Psikolog percaya bahwa kemampuan kita menetapkan batasan yang jelas erat kaitannya dengan seberapa besar Anda menghargai diri sendiri. Batasan adalah garis tak terlihat yang mendefinisikan apa yang dapat diterima dan apa yang tidak dalam interaksi dengan orang lain, termasuk keluarga sendiri. Jika orang tua menghindari diskusi mengenai rasa hormat dan ruang pribadi, Anda akan kesulitan menetapkan batasan yang sehat saat ini. Anda mungkin akan mudah berkomitmen berlebihan, menoleransi perilaku yang tidak pantas, atau merasa bersalah saat mengucapkan kata "tidak".
6. Sulitnya Mengatasi Kegagalan

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
